Sejam Diguyur Hujan Deras, Banjir Landa Malang Raya

Banjir yang melanda Kota Malang ini tahun lalu mulai diantisipasi oleh Dinas Kimpraswil. Meski begitu, ancaman banjir tetap perlu diwaspadai oleh semua masyarakat. (dok. Malangpost)

Banjir yang melanda Kota Malang ini tahun lalu mulai diantisipasi oleh Dinas Kimpraswil. Meski begitu, ancaman banjir tetap perlu diwaspadai oleh semua masyarakat. (dok. Malangpost)

Banyaknya gorong-gorong di Kota Malang yang tersumbat ternyata bukan isapan jempol. Ini tampak munculnya banjir di mana-mana sewaktu kota ini diguyur hujan deras selama satu jam, Minggu (26/10) sore.
Hujan deras kemarin mengguyur wilayah Malang Raya, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang. Berdasarkan pengamatan Surya, dari tiga wilayah di Malang Raya, hanya jalanan di Kota Malang yang digenangi air.

Hujan deras yang mengguyur Kota Batu dan Kabupaten Malang tak menimbulkan genangan air di jalanan. Mulai dari kawasan payung, Kota Batu, sampai masuk Kota Malang, air hujan tertampung dan mengalir lancar di gorong-gorong.

Namun begitu, para pengguna jalan memasuki Kota Malang, terjadi genangan air di jalan-jalan. Kedalamannya antara 40 cm sampai 70 cm. Seperti di Jl Soekarno-Hatta, genangan air mulai jembataan depan Universitas Brawijaya (Unibraw) sampai depan Politeknik Negeri Malang (Polinema) kedalamannya sekitar 40 cm. Ini membuat para pengguna jalan berhati-hati dengan mengemudikan kendaraannya pelan-pelan, sehingga arus lalu lintas di kawasan ini merambat.

Hal serupa terjadi di sepanjang Jl Bunga Cengkeh, Jl Kalpataru, dan Jl Kedawung. Malahan di Kedawung, kedalaman genangan air mencapai 70 cm lebih. Ini terjadi karena adanya luapan air dari selokan dan kanal yang membelah jalan itu.

Dalamnya genangan air di Kedawung membuat sejumlah kendaraan mogok. Kondisi ini membuat arus kendaraan merayap. Mereka yang takut kendaraannya mogok akhirnya pilih putar balik dan lewat jalur yang tak begitu digenangi air, meski jaraknya agak jauh.

Ganangan banjir juga tampak di Jl Ciliwung, Jl Sulfat, dan Jl Mayjen Wiyono, Jl Mayjen Haryono, dan Jl Mayjen Panjaitan. Genangan di jalanan itu terjadi karena selokan di kanan-kiri jalan sudah tak mampu menampung lagi air hujan. Selain itu, banyak pertokoan atau perumahan yang menutup total selokan dengan cor. Akibatnya, air meluap dan mengalir di jalan-jalan.

Kabag Humas Pemkot Malang, Dr Ir Drs Jarot E Sulistyono, dikonfirmasi masalah ini, Minggu (26/10), mengatakan Pemkot Malang sudah berupaya keras mengatasi banjir sesaat itu dengan perbaikan-perbaikan drainase sesuai masterplan.

Bahkan, kini pemkot masih terus berupaya meminimalisir banjir dengan pengkajian lima daerah aliran sungai (DAS). Dari masterplan lima DAS itu, tiga di antaranya feasibility studynya sudah ada. Selain itu, pemkot juga berupaya mencari blueprint riol peninggalan colonial ke Negara Belanda.

Jarot menduga, genangan air yang terjadi sekarang karena selokan maupun avoor (sudetan) yang mestinya terbuka berubah ditutup cor oleh masyarakat. Selain itu juga bias karena tersumbat sampah-sampah buangan masyarakat. Karena itu, Jarot mengimbau masyarakat tak menutup selokan maupun avore dengan cor, serta tak membuang sampah sembarangan.
(ekn/surya)

Iklan

6 Komentar

Filed under Berita, Malang Raya

6 responses to “Sejam Diguyur Hujan Deras, Banjir Landa Malang Raya

  1. Walah… banjir lagi????

  2. malang banjirrrrrrrrrrr terusssssssssssssssssss

  3. Gw ikut prihatin jadinya!!!!

  4. Lho, kok Malang bisa banjir? Padahal …..

  5. kalo kota kota yang ada di dataran tinggi aja ke banjiran gimana jakarta, surabaya, medan dan lain lain yah
    ha…ha…ha…gimana kalo kita pilih saja SBY yah abis dia baik sih
    …pokonaaaa……nyambungga sih

  6. Makanya Pemkot itu kalo kasih ijin-ijin mendirikan bangunan jangan asal kasih ijin, perhatikan kaidah-kaidah Perencanaan Tata Ruang Kota, jangan duit melulu yang dipikirin…., percuma bikin kajian-2 yg hasilnya cuma jadi buku-2 rombengan di SKPD-2 tidak pernah direalisasikan. Di Kota Malang itu banyak sekali pakar-2 tata Ruang Kota baik dari ITN maupun UB, tapi saran dan rekomendasinya tidak pernah dipakai guna penataan kota yg lebih baik, semuanya dianggap angin lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s