Dua Siswi Terlindas Truk

Suasana TKP pasca kejadian (ira ravika / malang post)

Suasana TKP pasca kejadian (ira ravika / malang post)

Tragis sekali kecelakaan kemarin. Dua siswi SMP Nasional kelas VIII, harus tewas setelah terlintas truk di Jalan Raya Klayatan Gg III, Sukun Malang. Kepala keduanya hancur, hingga otaknya keluar.
Kejadian kemarin siang itu, merenggut nyawa Dian Evi Saputri, 14 tahun, Warga Jalan Sekolahan, Pandanlandung, dan Dyah Ayu Puspita, 14 tahun, warga Jalan Gunung Jati RT 19 RW05, Pandanglandung, Wagir.

Paling parah dialami Dyah. Kepala ABG berpostur kurus tinggi ini, nyaris gepeng ke samping. Sedangkan kondisi Dian Evi, sedikit lebih baik. Meskipun kepalanya juga pecah, tapi otaknya tidak sampai keluar. Kepalanya terlihat sedikit gepeng ke dalam. Kedua korban meninggal di TKP.

Naifnya, pengemudi truk N 8160 UE, tidak sadar jika kendaraannya melindas dua ABG tersebut. Bahkan sopir truk, Jumadi, 36 tahun, warga Dusun Krajan RT02 RW01, Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, terus menjalankan kendaraannya. Jumadi baru menghentikan sekitar 100 meter dari TKP, setelah ada warga yang mengejar dan menghentikan laju truknya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.45 itu berawal dari Dyah dan Dian yang mengendarai motor Honda Supra Fit N 2061 DY, tanpa menggunakan helm.
Tujuannya adalah berangkat sekolah. Itu karena khusus kelas VIII di sekolah tersebut, masuk siang hari. Lantaran hujan dan tidak memakai helm, keduanya, memakai payung agar tidak kehujanan. Payung tersebut dipegang Dyah yang dibonceng.

Diduga karena terpaan angin yang cukup keras, membuat payung tertiup angin dan menganggung keseimbangan Dian yang pegang kemudi. Kendaraan oleng dan terjatuh ke kiri.

Naasnya, dalam waktu bersamaan dari arah berlawanan, melaju truk engkel yang dikemudikan Jumadi. Dua korban yang terjatuh itu masuk di sela-sela antara roda depan dan roda belakang. Dekatnya jarak, membuat Jumadi tidak kuasa menginjak rem, sehingga tubuh kedua korban ini langsung terlindas roda belakang sebelah kanan.

‘’Saat itu saya sudah mengira akan menabrak, karena jarak antara jatuhnya motor dengan truk hanya 1.5 meter. Tapi saya tidak sadar karena terlalu dekat,’’ kata Jumadi, ditemui Malang Post saat menjalani pemeriksaan di ruang unit Laka, Polresta Malang sore kemarin.

Sementara itu Kanit Laka Polresta Malang Iptu Sukib, mengaku masih menyelidiki kasus ini. Belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka. Status Jumadi sendiri hingga petang kemarin masih saksi.
‘’Kami masih melakukan cross check, karena pengakuan saksi pengemudi, dan warga berbeda. Jika menurut warga, kecelakaan ini terjadi saat dua kendaraan searah,’’ kata Sukib.

Namun begitu, jika mengacu dari keterangan Jumadi, bisa jadi bapak tiga anak ini lolos dari jeratan hukum. Masalahnya, jika memang benar, seperti keterangannya, maka yang menjadi tersangka adalah dua korban meninggal ini. Itu karena kecelakaan tersebut, setelah motor korban jatuh lebih dulu.
‘’Itu sebabnya kami masih menyelidiki, termasuk juga mencari bukti-bukti. Tadi kami memang sulit menggambar TKP, lantaran kondisinya hujan lebat,’’ tandas Sukib. (ira/avi) (Ira Ravika/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s