KPU Unikan Tak Pernah Berpihak

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemilihan Pembantu Rektor Universitas Kanjuruhan (Unikan) Malang, Sujai membantah jika sudah terjadi penyelewengan dalam pelaksanaan pemilihan Sabtu (18/10) lalu. Menurutnya, KPU sudah mengantarkan proses pemilihan itu sesuai dengan tugas dan fungsinya.
‘’Saya tidak pernah merasa ada koalisi. Setiap rapat yang saya pimpin, selalu dalam koridor untuk membahas persiapan pemilihan. Tidak ada kasak-kusuk untuk menggolkan nama tertentu,’’ ungkapnya kepada Malang Post kemarin.

Ia pun mengaku tidak tahu menahu tentang persoalan yang dituduhkan Drs H Christea F AK MM. Hanya saja jika memang ada anggotanya yang memihak salah satu calon, mungkin itu dilakukan di luar forum resmi KPU.

Walaupun sebenarnya, dengan tegas ia sangat tidak setuju jika ada anggota KPU yang tidak fair. Artinya memihak pada salah satu calon. Sebab KPU harus netral, jika memang punya keinginan untuk menjadi tim sukses salah satu calon, pihaknya tidak segan untuk mengeluarkannya dari keanggotaan. Menurutnya keberpihakan itu sama sekali tidak pernah dijumpainya saat KPU menjalankan tugas.
‘’Kalau saya tahu saya akan memperingatkannya. Kalaupun ada yang mendukung calon A atau calon B, silahkan saja. Tapi jangan masuk menjadi panitia KPU,’’ tegasnya.

Ia pun menegaskan kembali, tudingan adanya kolusi dalam pelaksanaan pemilihan pembantu rektor di Unikan sangat tidak benar. Sehingga hasil yang sudah diputuskan menjadi hasil yang sah. Pemilu sudah dilaksanakan panitia dengan kerjas keras dan berhasil terlaksana dengan baik.
‘’Hasil pemilihan sudah sah dan tidak perlu ada pemilihan ulang. Pemilihan diulang kalau ada alasan, tapi sekarang ini tidak ada alasan untuk mengulang,’’ tegasnya.

Sementara itu, Drs Christea F AK MM yang menemukan adanya dugaan kolusi ini mengaku masih menunggu reaksi kampus dengan permasalahan itu.

Ia berharap, ada langkah bijak yang diambil jika benar terbukti ada kolusi antar anggota senat. ‘’Saya masih menunggu kebijakan terkait adanya kolusi ini. KPU tetap harus minta maaf jika benar kolusi itu terjadi,’’ tegasnya.

Sementara itu protes Christea rupanya sudah menjadi perbincangan hangat di kampus. Hanya saja belum ada teguran ataupun pemanggilan Christea dengan tuduhan yang dilontarkannya bahwa ada kolusi di pemilihan pembantu rektor Unikan. Yang salah satunya memenangkannya sebagai pembantu rektor III.

‘’Sebenarnya jabatan ini menguntungkan untuk saya, tapi saya merasa tidak nyaman karena prosesnya tidak sah. Saya takut kalau jabatan yang saya emban empat tahun nanti jabatan yang tidak sah,’’ tukasnya. (oci/avi) (rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s