CPNS Tidak Boleh Ada Pungli

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko memberikan surprise kepada tiga orang CPNS yang berulang tahun, saat menerima SK CPNS di Hotel Royal Orchid Batu, kemarin. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko memberikan surprise kepada tiga orang CPNS yang berulang tahun, saat menerima SK CPNS di Hotel Royal Orchid Batu, kemarin. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Penyerahan SK pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2007 menjadi peristiwa penting yang tidak akan dilupakan tiga CPNS, dari 495 CPNS yang menerima SK. Ketiganya mendapat surprise dari Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko berupa kue tart lengkap dengan lilin yang sudah menyala.

Ketiganya, Slamet dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Yudi Herdianto dan Heni Suswandari guru SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Batu. Nama mereka tiba-tiba disebut wali kota, usai menyampaikan sambutannya. Tanpa diketahui maksudnya, ketiga nama itu diminta untuk maju ke depan oleh wali kota.

“Hari ini (kemarin, res), ketiganya menerima SK CPNS dan juga bertepatan dengan hari ulang tahun mereka. Karena itu mereka diminta untuk maju ke depan dan merayakan bersama,” kata Eddy Rumpoko yang langsung turun dari podium dan mendampingi ketiganya bernyanyi bersama dan memotong kue ulang tahun yang disiapkan wali kota, kemarin, di Hotel Royal Orchid Kota Batu.

Awalnya, mereka bingung mengapa nama mereka dipanggil wali kota untuk maju ke depan. Dari 495 penerima SK CPNS hanya nama mereka saja yang disebut wali kota. Slamet yang lahir pada 27 Oktober 1965 sampai tidak dapat berkata-kata, untuk menyampaikan ungkapan terima kasih kepada wali kota. Dia sempat kaget dan terharu dengan perhatian wali kota kepada dia.

Sementara itu, wali kota meminta kepada semua CPNS yang menerima SK agar tidak ada pungutan hingga diangkat sebagai PNS. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu PNS yang baru menerima kartu pegawai (Karpeg) dipungli sebesar Rp 50 ribu. Setiap PNS baru yang akan mengambil Karpeg harus menyetorkan uang tunai Rp 50 ribu. Kasus itu masih dalam penanganan Badan Pengawas (Bawas) Kota Batu.

“Kalau sampai ada orang tua yang menyogok untuk menjadi PNS, sawah dan kebun di Kota Batu bisa habis. Karena itu, tidak boleh ada pungutan atau sogokan untuk menjadi PNS,” ungkapnya.
Wali kota juga berharap, agar CPNS yang telah menerima SK dapat menjadi abdi masyarakat yang baik dengan memberikan pelayanan yang terbaik. Jangan berlagak seperti bos. “Harus siap menjadi abdi negara yang baik. Profesionalisme harus dimiliki setiap pegawai,” tambahnya.

Dari 520 formasi CPNS tahun 2007, hanya 495 CPNS yang bisa mendapatkan SK CPNS-nya. 25 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk bisa mendapatkan SK CPNS. Dari 25 orang yang tidak lolos antara lain, karena mengundurukan diri sebanyak 12 orang, sudah diterima CPNS sebanyak 6 orang, tiga orang tidak memenuhi syarat masa kerja, dua orang tidak memenuhi syarat usia, satu orang tidak lolos kesehatan dan satu orang tercetak ganda.

23 orang penggantinya telah melakukan pemberkasan pada formasi CPNS 2008, sisa 2 orang formasi yang akan dilaporkan kepada BKN. “Kami akan laporkan kepada BKN, dua formasi yang belum diangkat,” terang Kabag Kepegawaian Kota Batu, M. Chori. (aim) (Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s