Mahasiswa Australia Teliti Pramuka

Mahasiswa ACICIS di UMM kemarin, yang meneliti tentang kegiatan Pramuka di Indonesia yang dinilai sudah luntur. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Mahasiswa ACICIS di UMM kemarin, yang meneliti tentang kegiatan Pramuka di Indonesia yang dinilai sudah luntur. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Bagi masyarakat Indonesia, Pramuka adalah kegiatan biasa. Sebab kegiatan Pramuka sudah akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia sejak masih usia SD. Tapi siapa sangka, kalau sebenarnya nilai Pramuka di Indonesia sudah luntur.

Di Indonesia, Pramuka hanya sebagai seragam saja, dan Pramuka itu hidup tapi tidak berkembang. Setidaknya hal itulah yang diungkap salah satu mahasiswa program Australian Consortium for In Country Indonesian Studies (ACICIS), Katherine Jayne Parsons. Penelitian yang dilakukannya berjudul Masa Depan Pramuka di Indonesia.

Dalam paparannya di hadapan para dosen kemarin, Katherine Jayne mencoba memaparkan sejauh mana tulisan yang sudah disusunnya. Sebab tulisan itu belum sepenuhnya rampung, dan ditargetkan selesai Desember mendatang. “Saya melihat semua siswa memakai seragam Pramuka, tapi mereka bukan Pramuka. Dan Pramuka hanya seragam saja alias formalitas,” ungkapnya.

Ia mengibaratkan, bahwa Pramuka di Indonesia ini ibarat seperti bunga gurun, yang tertiup angin dan kemudian tumbuh di daratan atau lingkungan yang menyesuaikan dengan nilai-nilai itu. Melalui penelitian yang masih akan didalaminya pada Kwartir Cabang Malang juga beberapa SD hingga SMA di Malang ini, Katherine ingin membuktikan apakah sudah terjadi lost generation pada organisasi Pramuka ini. Dan apakah nilai-nilai yang diusung pada organisasi Pramuka benar-benar tumbuh pada anggota Pramuka di Indonesia.

Sementara itu Dr. H. M. Mas’ud Said, Koordinator ACICIS UMM menuturkan, progress report dilakukan pada pertengahan semester kegiatan mahasiswa ACICIS. Selanjutnya ditargetkan, pada Desember nanti penelitian sudah selesai. Selain Katherine, presentasi dilakukan Brooke Gabriel Nolan, dan Catriona Marie Richard.

Studi mengenai Indonesia I I menurut Mas’ud, adalah salah satu studi favorit bagi mahasiswa atau cendekiawan dan penelitia Australia. Program ACICIS di UMM menjembatani besarnya minat mengenai studi Indonesia itu. Selama satu semester mereka mendapatkan pembekalan mengenai penelitian sosial di Indonesia. Kemudian mereka terjun ke lapangan untuk observasi. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s