Angka Pernikahan Dini Naik 500%

Fenomena menikahi gadis di bawah umur ala Pujiono Cahyo Widianto alias Syeh Puji ternyata tak hanya terjadi di Semarang, tapi juga merambah Kota Malang. Dari catatan Kantor Pengadilan Agama (PA) Kota Malang, angka pernikahan dini tahun ini naik lima kali lipat atau 500 persen dibanding tahun 2007 lalu.

Hingga akhir September 2008 lalu, ada 10 pernikahan usia dini tercatat di kantor PA Kota Malang. Sedang tahun lalu hanya dua pernikahan. ”Kami menduga tren kenaikan itu karena pergaulan bebas di kalangan remaja semakin menjadi akibat kemajuan teknologi informasi,” ujar Sholichin, wakil Panitera PA Kota Malang di kantornya kemarin.

Data menikah usia dini itu diperoleh dari permohonan dispensasi menikah yang masuk ke kantor PA. Mereka yang minta dispensasi bisa menikah itu karena dalam UU Nomor 1/1974 tentang perkawinan di pasal 7 menyebutkan, menikah di usia dini diperbolehkan asal memperoleh izin dispensasi dari pejabat pengadilan yakni PA.

”Dalam UU tersebut batas usia menikah yang diperbolehkan pria 19 tahun dan wanita berusia 16 tahun. Di bawah usia itu tidak diperbolehkan,” tandas Sholichin.

Pada 2007, sambung dia, izin dispensasi dikeluarkan bulan Maret dan April masing-masing hanya sekali. Sedang 2008 dispensasi dikeluarkan pada Januari, April, Juli, Agustus, dan September. Terbanyak permohonan dispensasi kawin pada Agustus, yakni 3 kali. Melihat fakta peningkatan di semester awal 2008 itu diperkirakan jumlah pemohon usia dini bakal terus ada hingga akhir tahun.

Berapa usia terendah yang pernah mengajukan dispensasi? Sholichin mengungkapkan, dari 10 kasus nikah dini, 90 persen adalah wanita. Usia mereka rata-rata di bawah 15 tahun. Sedang sisanya laki-laki di bawah 19 tahun.

Untuk pihak wanita, umumnya pengajuan diterima dari orang yang berdomisili di daerah pedesaan atau pinggiran kota. Mereka kurang paham usia pernikahan. Karena itu meski berusia di bawah umur, kedua orang tuanya nekat menikahkan anaknya. ”Alasannya adalah murni karena budaya,” katanya.

Sedang untuk permohonan dispensasi kawin dengan kasus pria yang memiliki usia di bawah wanita umumnya adalah hasil perjodohan orang tua. ”Kami pernah menerima pria berusia 15 tahun, sedang wanita sudah 18 tahun. Setelah ditanya ternyata keduanya dijodohkan,” imbuh Sholichin sambil menunjukkan data di buku laporan bulanan miliknya.

Kantor PA mencatat, permintaan pernikahan dini dilakukan karena berbagai faktor. Faktor utama adalah kekhawatiran orang tua terhadap hubungan asmara anak mereka yang terlalu dalam. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, mereka menikahkan anaknya itu meski di usia dini.

Faktor lainnya adalah kasus hamil di luar pernikahan. Khusus untuk permohonan dispensasi kawin karena hamil sebelum nikah, majelis hakim memberikan prioritas. Alasannya, ibaratkan sebuah penyakit, kasus hamil sebelum nikah sudah parah dan sulit diobati. Karena itu yang perlu dipikirkan adalah nasib si jabang bayi yang dikandung calon pengantin perempuan agar ketika lahir sudah melihat kedua orang tuanya memiliki ikatan pernikahan sah di mata undang-undang.

”Paling hakim hanya bisa memberi semangat bagi kedua mempelai untuk membangun rumah tangga dengan serius dan menjaga keutuhan rumah tangga dari perceraian,” ucap Solichin.

Adakah korelasi pernikahan dini dengan kasus perceraian? Solichin mencatat, nikah usia dini memang menempati urutan teratas penyebab perceraian yang ditangani kantor PA Kota Malang. Biasanya, sambung dia, kepada ketua majelis hakim mereka mengaku jika menikah di usia yang belum cukup. Pernikahan bisa dilaksanakan karena manipulasi usia saat mengurus surat nikah di tingkat kelurahan. Tujuannya agar petugas KUA (Kantor Urusan Agama) bisa menikahkan mereka.

Solichin membenarkan jika praktik manipulasi usia di tingkat kelurahan hingga sekarang masih marak. Tentunya, pengadilan tidak bisa berbuat apa-apa. Kantor PA hanya mengimbau pada KUA agar menolak menikahkan pasangan yang masih di bawah usia ketentuan yang berlaku. (mas/war/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s