Kenalkan Lantai dari Olahan Limbah Kayu

Dunia properti terus berkembang. Seiring dengan semakin berkurangnya kayu untuk bahan baku, pelaku dunia properti tak henti mengupayakan inovasi. Sejak dua tahun terakhir, penggunaan limbah kayu untuk lantai mulai ngetren. Limbah tersebut diolah dan dijadikan papan-papan kayu untuk lantai.

Di Surabaya, flooring (lantai, red) menggunakan kayu limbah tersebut sudah banyak digunakan untuk kebutuhan properti seperti lantai untuk aerobik, kafe, rumah sakit, kantor, bahkan untuk rumah hunian.
Di Malang, flooring limbah kayu olahan ini belum familiar. Oleh karenanya, direncanakan, 31 Oktober hingga 9 November mendatang di Malang Town Square (Matos) sejumlah 12 produsen flooring limbah kayu olahan akan menggelar pameran besar-besaran.

David Yudi Sucahyo, perwakilan dari Indah Flooring yang khusus memproduksi lantai limbah kayu olahan mengatakan, lantai limbah kayu olahan berbeda dengan lantai kayu parquet (biasa disebut parkit). “Parkit bukan kayu limbah, tetapi kayu solid,” ujarnya kepada Malang Post.

Menurut David, ada beberapa keunggulan yang dimiliki flooring limbah kayu olahan. “Selain harganya relatif lebih murah, perawatan lantai kayu ini lebih mudah. Tidak usah dipoles, cukup dilap saja sudah bersih. Selain itu, permukaan lantai juga lebih tahan gores,” jelasnya.

Lebih lanjut David menguraikan, jenis lantai kayu ini dibuat dari limbah kayu yan sudah tidak bisa dipakai sam sekali. “Potongan-potongan kecil sebesar ibu jari dihancurkan hingga menjadi serbuk lembut. Setelah itu dipres hingga berbentuk papan. Agar permukaan lantai kayu lebih tahan gores, maka diberi lapisan campuran alumunium oksida,” terangnya.

David optimistis, selama pameran nanti, pihaknya bisa mencapai sales 100 persen lebih dari target. Selama masa pameran, David membuka dengan harga Rp 176 ribu per meter persegi. “Itu sudah termasuk pasang. Setelah pameran, kami tidak menjamin harga masih tetap,” ungkapnya.

Lantai dari limbah kayu yang diolah ini, lanjutnya, merupakan terobosan di tengah kayu solid yang semakin sulit. “Ini juga salah satu upaya untuk menahan penggundulan hutan. Karena kami hanya memanfaatkan limbahnya,” pungkasnya. (sin/han) (Sinyo Suwignyo/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s