Kenalkan Puskesmas Sidik Jari

Dinas Kesehatan bakal melaunching Puskesmas Sidik Jari pada Hari Kesehatan Nasional, November mendatang. Puskesmas Pakisaji dipilih sebagai prototype pusat kesehatan masa depan itu. Dengan fasilitas Sidik Jari maka seluruh pasien yang berobat bakal terdata dengan akurat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin mengatakan sistem sidik jari bakal membuat data base warga berobat. Sehingga, saat datang ke Puskesmas, warga berobat tinggal meletakkan jarinya diatas mesin pendeteksi.

“Ini namanya Puskesmas Jempol untuk mengumpulkan data base pasien dengan sidik jari,” ujar Agus.
Menurut Agus, pihak Puskesmas bakal memfoto setiap pasien yang datang. Foto itu disesuaikan dengan sidik jari sang pasien, untuk memudahkan pendataan saat berobat waktu yang lain.

“Setiap pasien yang datang akan difoto didata sidik jarinya, supaya terdata, siapa yang pernah berobat dan siapa yang belum pernah berobat sama sekali,” imbuhnya.

Rencana Puskesmas Jempol bakal dikembangkan di Kabupaten Malang. Adapun biaya alat sidik jari sekitar Rp 23 juta per unit, dengan kebutuhan total sekitar Rp 600 juta.
“Saat ini yang amat perlu memberi pelatihan kepada operator,” pungkasnya.(ary)
(Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s