Warga tagih janji kompensasi BNS

Warga Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu mendatangi Plt. Sekda Kota Batu, Sundjojo untuk menagih janji pembangunan balai desa dan masjid sebagai kompensasi BNS. Status hukum tanah BNS, juga dipertanyakan. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Warga Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu mendatangi Plt. Sekda Kota Batu, Sundjojo untuk menagih janji pembangunan balai desa dan masjid sebagai kompensasi BNS. Status hukum tanah BNS, juga dipertanyakan. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Warga Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu meluruk Balai Kota Batu, mereka menagih janji kompensasi yang pernah disepakati bersama antara masyarakat dengan manajemen Batu Night Spectacular (BNS) beberapa waktu lalu, berupa kelanjutan pembangunan Balai Desa Oro-Oro Ombo dan perluasan pembangunan Masjid Baiturahman yang ada di depan BNS.

Sekitar 25 warga dan takmir masjid serta LPMD mendatangi Balai Kota Batu, untuk menagih janji manajemen BNS. Pasalnya, warga sudah kali beberapa bertemu dengan manajemen BNS, tapi belum ada hasil yang memuaskan. Mereka diterima Plt. Sekda, Sundjojo di ruang kerjanya bersama Kabag Hukum, Misbahusurur, Kasatpol PP Kota Batu, Imam Suryono.

“Awalnya, BNS sudah membuat komitmen untuk membangun masjid dan balai desa sebagai kompensasi pembangunan BNS. Tapi, hingga pembangunan sudah mencapai 80 persen, belum juga ada pembangunan kelanjutan Balai Desa dan Masjid,” kata Darmanto, perwakilan warga Desa Oro-Oro Ombo yang mendatangi Balai Kota Batu kepada Malang Post, kemarin.

Komitmennya, pembangunan balai desa dan masjid akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan BNS. Untuk mengingatkan manajemen BNS, warga sudah kali beberapa menyampaikannya kepada manajemen BNS baik secara lisan maupun tertulis, tapi belum ada tanggapan dan jawabannya.
Warga sekitar tidak keberatan dengan pembangunan obyek wisata BNS yang tengah dibangun manajemen BNS, hanya saja komitmen yang telah disampaikan manajemen BNS untuk membangun balai desa dan masjid sebagai kompensasinya harus ditepati.

“Status hukum BNS juga dipertanyakan. Karena desa telah mencabut surat keputusan pemanfaatan tanah desa yang ditempati BNS saat ini. SK itu dicabut karena melanggar Permendagri No. 4 tahun 2007 tentang pemanfaatan tanah aset daerah pada 15 Oktober lalu,” ungkapnya.

Dalam SK Kades Oro-Oro Ombo No. 412.6/05/500.510/08/2008 ada beberapa pasal yang melanggar aturan Permendagri, khususnya masa tahun pemanfaatan tanah, cara pembayaran dan lainnya. Dalam perjanjian awal masa pemanfaatan tanah mencapai lima tahun dan akan diperbahurui kembali setiap lima tahun. Dalam Permendagri No. 4 tahun 2007, masa pemanfaatan tanah aset daerah paling lama tiga tahun. “Saat ini, status hukum tanah yang digunakan BNS tidak memiliki kekuatan hukum. Jika sampai soft opening BNS dilakukan, tapi belum ada SK pemanfaatan tanah aset daerah yang baru, hal tidak dapat dilakukan,” tambah Ketua LMPD Desa Oro-Oro Ombo Lukito Bowo.

Pihak desa juga telah melayangkan surat kepada manajemen BNS untuk melakukan revisi terhadap perjanjian yang telah dicabut. Banyak point perjanjian awal yang harus segera direvisi sesuai dengan Permendagri No. 4 tahun 2007. Sayangnya, hingga kemarin, belum juga ada jawaban dari manajemen BNS terhadap revisi perjanjian yang harus segera diselesaikan.

Kades Oro-Oro, Wiweko yang dikonfirmasi terpisah membenarkan ada revisi perjanjian yang harus dikaji ulang dan dibahas bersama dengan manajemen BNS. Saat ini masih dalam tahap proses pembahasan bersama. Selain masa sewa, ada beberapa revisi yang tekait perjanjian pemanfaatan tanah desa, soal penempatan 60 persen tenaga dari Desa Oro-Oro Ombo yang melibatkan desa dan juga parkir di dalam dan di luar.

“Sewa tanah memang tidak bisa lima tahunan, tapi harus tiga tahunan. Tapi tetap masa akhir sewa hingga 15 tahun,” terangnya. (aim)
(Muhaimin/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Malang Raya, Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s