Target Retribusi Pasar Meleset

Target retribusi pasar tahun 2008 sulit terpenuhi hingga 100 persen. Hingga dua bulan sebelum tutup tahun anggaran realisasi retribusi pasar baru tercapai 72 persen atau Rp 340 juta lebih dari target sebesar Rp 500 juta.

Jika tahun ini capaian retribusi tidak sampai memenuhi target, akan kembali mengulang seperti tahun sebelumnya. Tahun 2007 lalu, UPTD Pasar yang berada di bawah Dinas Pendapatan Kota Batu juga tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan dalam APBD 2007. Target tahun 2007 sebesar Rp 450 juta dan dapat terealisasi sebesar Rp 395 juta atau sekitar 87 persen lebih.

“Kondisi pasar sepi dan banyak pedagang yang memilih tutup tidak melakukan aktifitas perdagangan. Jumlah cukup banyak sekitar 700 pedagang, baik pedagang tetap ataupun yang tidak,” kata Kepala UPTD Pasar Batu, Yon Sudaryono kepada Malang Post, kemarin.

Banyaknya minimarket yang menjamur di tengah masyarakat membuat masyarakat enggan untuk berbelanja ke pasar. Begitu juga dengan banyaknya sales distributor yang langsung door to door menawarkan barangnya langsung ke pedagang di masyarakat. Akibatnya, hanya sedikit pedagang yang mengambil barang kulakan di pedagang yang ada di Pasar Batu.

Selain itu, masih ada juga pedagang yang belum melakukan perpanjangan SK izin pakai bedak yang dalam pasar Batu. Sebagian besar SK yang dimiliki pedagang masih yang lama dari Bupati Malang. Rata-rata SK yang dikeluarkan Bupati Malang berlaku hingga 20 tahun. Tapi, ada pula sekitar 30 persen yang sudah kadaluarsa dan harus segera memperbaharuinya. Jumlah pedagang tetap sebanyak 2056 dan kaki lima sebanyak 300 pedagang.

“Sebagian mereka masih ada yang dijaminkan di Bank Jatim untuk angsuran kiosnya. Ada sekitar 70 persen SK yang dimiliki pedagang masih yang lama dari Kabupaten Malang,” ungkapnya.

Tahun ini, target retribusi bea balik nama ditargetkan sebanyak Rp 30 juta. Realisasinya hingga saat ini masih sekitar Rp 9 juta lebih. SK yang dikeluarkan Pemkot Batu berbeda dengan yang dikeluarkan Pemkab Malang. Masa berlakunya hanya untuk lima tahun. Untuk biaya perpanjangan SK hanya Rp 25 ribu per SK.

Untuk menjaring SK yang kadaluarsa dan belum mengurus bea balik nama SK, UPTD pasar bekerjasama dengan paguyuban pedagang untuk dapat bersama-sama mengurus SK kios. “Ada juga yang mengurus sendiri tanpa melalui paguyuban, tetap kami layani pula dengan baik,” pungkasnya. (aim) (Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s