Aset Daerah Bakal Diberi Pengenal

Pengguna kendaraan dinas milik Pemkot Batu yang sering mengganti dengan plat hitam akan dapat segera ketahuan. Dalam waktu dekat, semua aset daerah baik yang bergerak maupun bergerak, termasuk kendaraan milik Pemkot Batu akan diberi tanda pengenal.

Rencananya, pemberian tanda pengenal kepemilikan itu akan dilakukan pada awal tahun 2009 mendatang. Saat ini, Bagian Perlengkapan Kota Batu masih melakukan sensus dan validasi aset daerah yang bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Survei dan validasi aset daerah masih dilakukan hingga Desember mendatang. Setelah semua tervalidasi akan dilakukan pemasangan peneng, baik papan informasi di aset yang berupa tanah maupun aset yang bergerak,” kata Kabag Perlengkapan Kota Batu, Arif Setyawan kepada Malang Post, usai penetapan Rapeda pengelolaan barang milik daerah di gedung DPRD Kota Batu, kemarin.

Dari hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) jumlah aset tetap yang dimiliki Pemkot Batu selama tujuh tahun mencapai Rp 963 Miliar. Baik yang berupa kendaraan, tanah dan bangunan. Jumlah kendaraan roda empat milik Pemkot Batu sebanyak 157 mobil dan sepeda motor sebanyak 323 buah yang tersebar di semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Selama tujuh tahun, ada kehilangan kendaraan roda empat sebanyak tiga buah dan satu sepeda motor.

Sedangkan, 50 persen dari semua aset kendaraan hasil limpahan Pemkab Malang sudah dibalikan nama ke Pemkot Batu, baik mobil maupun sepeda motor. Sisanya masih atas nama Pemkab Malang.
“Sensus aset daerah dilakukan lima tahun sekali. Sensus dibarengkan dengan validasi aset untuk mengetahui asal usul hingga kondisi asetnya. Sensus sudah dilakukan sejak Juni lalu hingga Desember mendatang,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Batu, saat penetapan Raperda pengelolaan barang milik daerah, juru bicara fraksi-fraksi Sugeng Minto Basuki mengusulkan agar Pemkot Batu untuk memasang papan nama di aset-aset milik daerah. Tidak hanya pada aset yang tidak bergerak berupa tanah dan bangunan saja, aset bergerak berupa kendaraan juga harus diberi pula.
“Hal itu perlu dilakukan, seiring dengan Raperda pengelolaan barang milik daerah yang akan segera menjadi Perda,” tegas Minto.(aim/eno)
(Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s