GTT Demo, Diknas Pasif

 (nurdiansah / malang post)

(nurdiansah / malang post)


Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Jatim tidak mungkin menolong nasib 1.508 Guru Tidak Tetap (GTT) atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) se Kabupaten Malang. Opsi nasib mereka sepenuhnya tergantung Bupati Malang.

Hal itu diungkapkan Rasiyo MSi, Kadiknas Jatim sebelum menerima empat orang perwakilan GTT/PTT Kabupaten Malang di ruang kerjanya, Jumat siang. ‘’Itu bukan wewenang kami (Diknas Jatim). Paling-paling kami hanya bisa bantu menyampaikan ke Pak Bupatinya,’’ tandas Rasiyo kepada Malang Post.

Seperti diketahui 1.508 GTT/PTT Kabupaten Malang telah menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Kabupaten Malang . Mereka menuntut namanya dimasukkan ke dalam database CPNS 2008. Selain itu, usia mereka sekarang ini rata-rata tergolong kritis jika tidak segera dimasukkan daftar CPNS.

Rasiyo kemudian menjelaskan, mekanisme pengangkatan GTT dan PTT yang menjadi wewenang kabupaten/kota. Diantaranya, masuk tidaknya GTT dan PTT dalam database CPNS ada di tangan kepala daerah. Data itu tentunya disesuaikan dengan kuota dan administrasi lainnya yang disuplai dari diknas setempat.

Rasiyo menduga, tidak masuknya 1.508 orang GTT/PTT Kabupaten Malang karena persoalan teknis di Diknas Kabupaten Malang . Karena wewenang penuh untuk mengangkat GTT/PTT menjadi CPNS dan PNS ada di tangan Diknas Kabupaten Malang.

‘’Lha, di Kabupaten Malang itu kepala diknasnya bolak-balik diganti. Bisa saja, penggantinya tidak tahu kalau mereka-mereka itu sudah waktunya masuk database CPNS. Diantara resiko gonta-ganti kepala diknas, yach seperti ini,’’ kilahnya sembari tersenyum.

Sementara itu dari data yang dihimpun Malang Post menunjukkan, ke sembilan perwakilan GTT/PTT kemarin menemui Kadiknas Jatim untuk menanyakan langsung permasalahan yang tengah dihadapinya. Mereka mewakili GTT dari beberapa wilayah di Kabupaten Malang , khususnya GTT untuk guru-guru SMA dan SMP.

Dipimpin Ari Susilo mereka datang ke lantai II Gedung Diknas Jatim sekitar pukul 13.30 WIB. Selain membawa bukti-bukti administrasi jatidirinya, mereka juga membawa dua surat kabar terbitan Malang yang memuat foto dan berita kegiatan unjuk rasa mereka, Kamis kemarin.

Kepada sesama guru yang juga akan berkunjung ke Kadiknas Jatim, mereka terdengar membicarakan soal nasib mereka selama ini. Di mana gaji yang diterima setiap bulan dialokasikan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). ‘’Gaji sebulan sama dengan gaji seminggu,’’ cerita Ari, kepada rekan sesama guru di ruang tunggu Rasiyo. (has/avi) (Hary Santoso/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s