Pemkot Turun Tangan Atasi BNS

Pemkot Batu akan turun tangan menuntaskan permasalahan yang terjadi di obyek wisata malam, Batu Night Specatacular (BNS). Sebagai fasilitator yang tidak berpihak kepada salah satu pihak, Pemkot akan mempertemukan masyarakat dengan manajemen BNS bersama pihak yang terkait untuk membahas permasalahan yang ada.

Secara sepihak, wakil masyarakat yang membawa bendera takmir Masjid Baiturahman telah menyampaikan keluh kesah kepada Plt. Sekda Kota Batu, Sundjojo, terkait belum dilaksanakannya kompensasi pembangunan BNS berupa kelanjutan pembangunan balai desa dan masjid.

“Kalau ada letupan-letupan permasalahan yang terjadi secara dini harus disikapi untuk mencari solusi yang terbaik. Karena itu, kami kemarin menerima perwakilan masyarakat untuk mengetahui keluhan mereka di ruang kerja kami,” kata Sundjojo kepada Malang Post, kemarin.

Dengan segera menyelesaikan permasalahan secara dini, Sundjojo berharap hal itu tidak akan menjadi preseden buruk bagi Kota Batu terhadap investor yang akan masuk ke Kota Batu. Keberadaan BNS yang berada di Desa Oro-Oro Ombo harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Setelah BNS beroperasi akan terjadi kegiatan perputaran ekonomi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

“Dampak positif akan dapat dirasakan masyarakat yang ada di sekitarnya, maupun masyarakat Kota Batu pada umumnya,” ungkapnya.

Tidak hanya terkait dengan permalasahan kompensasi, perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah kas desa yang sempat dicabut pada 15 Oktober lalu, juga akan ditata kembali. Agar dapat sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku dan tidak menyalahi aturan yang ada. Dengan duduk satu meja bersama antara masyarakat dengan manajemen BNS, Kades dan pihak lain untuk mencari solusi yang terbaik. “Pemerintah tidak boleh sepihak,” terangnya.

Sementara ini, pihak BNS masih mempelajari revisi perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah kas desa yang dilakukan antara Kades Oro-Oro Ombo dengan manajemen BNS. Konsultan hukum dilibatkan agar tidak kembali terjadi kesalahan dalam perjanjian kerjasama pemanfaatan tanah kas desa itu.
Manajemen BNS pun siap untuk melaksanakan komitmennya dalam pembangunan kelanjutan balai desa dan masjid. Asalkan semuanya sudah siap dari segi peraturan dan teknis lainnya.

“Kami tetap komit dengan komitmen yang telah kami sampaikan,” tandas Manajer BNS, Dodock Ch.
Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Desa Oro-Oro Ombo menagih janji manajemen BNS terhadap kompensasi pembangunan masjid dan balai desa yang telah disepakati bersama. Hingga pembangunan sudah 80 persen, manajemen BNS belum melaksanakan kompensasi pembangunan masjid dan balai desa.(aim/eno)
(Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s