Barang Elektronik Belum Terpengaruh Rupiah, Tertolong Pembebasan PPnBM

(DEWI YUHANA/MALANG POST)

(DEWI YUHANA/MALANG POST)

Melemahnya rupiah sebagai imbas dari krisis ekonomi global ternyata belum berpengaruh besar pada harga elektronik. Hingga kemarin, harga produk elektronik yang diprediksi akan terpengaruh krisis masih stabil, bahkan ada beberapa item produk yang harganya turun. Demikian diungkapkan Manager Plaza Elektronik, Henry, kepada Malang Post kemarin.

“Melemahnya rupiah saat ini berbeda dengan kondisi di tahun 1998. Saat itu, rupiah turun drastis dan melemah permanent, sedangkan sekarang ini masih fluktuatif. Meskipun rupiah sempat mendekati angka Rp 12.000 per US Dollar, tapi bisa menguat lagi karena intervensi Bank Indonesia, sehingga belum berpengaruh banyak pada harga elektronik,” katanya panjang lebar.

Di samping itu, kebijakan pemerintah yang membebaskan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) terhadap tiga produk elektronik, kamera fotografi, TV, dan mesin cuci, juga menjadi salah satu faktor yang membuat harga elektronik tetap stabil. Sebagai gambaran, pembebasan PPn BM diberikan untuk TV sampai dengan ukuran 29 inchi (sebelumnya 21), mesin cuci dengan kapasitas 6 hingga 10 kilogram dan kamera fotografi dengan harga jual atau nilai impor di atas Rp 2 juta (sebelumnya Rp 500 ribu).

“Jadi masyarakat yang mau membeli produk elektronik tidak perlu ragu dan takut akan kenaikan harga, sebab harganya memang masih normal. Bahkan ada produk yang harganya turun,” ungkap Henry.
Salah satu produk yang turun harga adalah lemari es dua pintu merek LG yang turun sekitar Rp 50 ribu. Lalu harga TV Sharp 29 inchi diturunkan hingga Rp 200 ribuan, sejak 17 Oktober lalu, beberapa saat setelah pemerintah membebaskan PPnBM.

Masih terkait dengan Sharp, konsumen yang ingin membeli LCD Sharp di Plaza Elektronik akan langsung mendapatkan hadiah HP. “Program ini hanya ada di Plaza Elektronik saja,” tandas Henry.

Sementara itu, disinggung tentang item elektronik yang paling laris dalam beberapa minggu terakhir, Henry langsung menyebut kipas angin dan AC. Kipas angin dari harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribuan banyak diborong pembeli, baik dari Kota Malang hingga luar kota. Sedangkan AC berkisar dari harga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

“Cuaca sekarang memang tidak menentu. Kadang hujan, tapi saat panas, udara Malang terasa panas sekali hingga mendongkrak penjualan AC dan kipas angin,” pungkasnya.(han)
(hary Santoso/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s