BNSP Sosialisasikan Standar Kompetensi Lulusan

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kemarin menggelar Round Table Discussion di Politeknik Negeri Malang (Polinema). Acara itu dihadiri perwakilan SMK dan lembaga kursus di Jawa Timur. Seminar bertajuk Kiat Mengelola Lembaga Pendidikan dan Lembaga Kursus Berbasis Kompetensi ini merupakan upaya untuk mensosialisasikan pentingnya kompetensi bagi lulusan sekolah. Mengingat, banyak lulusan dari sekolah maupun lembaga keterampilan yang belum memiliki keterampilan yang terstandar.

“BNSP mempunyai lembaga pelaksana sertifikasi profesi. Namanya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sekolah maupun lembaga kursus bisa menggandeng LSP, sehingga sertifikasi yang dikeluarkan terstandar,” ungkap Kepala Kerjasama Kelembagaan BNSP Drs Dasril Y Rangkuti MSi MM kepada Malang Post, kemarin.

LSP terbagi dalam beberapa sektor. Saat ini setidaknya ada 33 sektor LSP yang ada di bawah BNSP. Sektor itu dibentuk sesuai dengan bidang ilmu yang ada. Seperti otomotif, listrik dan lainnya. Sektor-sektor ini masih memungkinkan untuk bertambah sesuai dengan perkembangan rumpun keterampilan yang ada di lapangan.

Di bawah LSP, kata Dasril, ada yang namanya Tempat Uji Kompetensi (TUK). Sekolah pun berhak membuka TUK. Asalkan memenuhi standar dan syarat yang ditetapkan BNSP. Salah satunya, harus ada tenaga asesor yang sudah di latih khusus oleh BNSP. Tenaga Asesor itu bisa diambilkan dari para guru yang sudah dilatih khusus oleh BNSP.

Sementara itu, Anggota BNSP lainnya yang juga hadir, Sugianto menuturkan pihaknya sudah menggandeng Dirjen Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) untuk penerapan standar kompetensi BNSP. Saat ini ada 200 SMK internasional dan 200 SMK nasional unggulan yang diuji cobakan untuk menerapkan uji kompetensi sesuai skema BNSP.

Harapannya, dengan penguasaan standar kompetensi yang tepat, maka sekolah maupun lembaga kursus tidak hanya mencetak pengangguran saja. Jika sudah kompeten, maka lembaga ini akan menghasilkan lulusan yang dibutuhkan dunia kerja. Sebab, sekolah sudah menerapkan pembelajaran dengan kompetensi sesuai dengan standar dunia kerja. (oci/udi)
(Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s