Kenalkan Paralayang di Songgokerto Melalui Fotografi

Kedatangan ratusan fotografer profesional dari seluruh Indonesia di Kota Batu, tidak disia-siakan Pemkot Batu. Para fotografer yang sedang mengikuti Salon Foto Indonesia (SFI) tingkat nasional dikenalkan dengan obyek wisata minat khusus, paralayang di Songgomaruto Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu.

Aksi terbang bebas para atlet paralayang Kota Batu menjadi sasaran jepret yang tidak dilewatkan ratusan fotografer profesional yang datang dari 34 klub fotografer se-Indonesia. Dengan segala jenis kamera yang dimiliki para peserta, mereka mencari sudut pandang terbaik untuk hasil jepretan kameranya.

“Paralayang menjadi obyek hunting bersama yang digelar dalam rangka SFI tingkat nasional di Kota Batu. Pemkot Batu ingin mengenalkan dan mempromosikan obyek wisata paralayang kepada masyarakat luas, melalui bidikan para fotografer,” kata Ketua Perhimpunan Seni Foto Batu (PSFB) Kota Batu, Didik Feridianto kepada Malang Post, kemarin.

Selain menjadi obyek bidikan lensa kamera fotografer nasional, kesempatan itu digunakan juga Dinas Pariwisata KOta Batu untuk melaunching obyek wisata paralayang. Untuk menikmati pemandangan alam Kota Batu dari udara tidak harus menjadi atlet paralayang terlebih dahulu.

Wisatawan yang ingin menguji andrenalin, juga dapat menikmati terbang di atas Kota Batu yang indah dengan terbang bersama (tandem) atlet paralayang yang sudah berpengalaman. Keselamatan para wisatawan yang ingin menjajal obyek wisata itu pun, sudah terjamin dengan segala peralatan yang telah disediakan operator penyedia layanan paralayang di Kota Batu.

“Tadi, juga ada beberapa fotografer yang mencoba terbang tandem bersama atlet paralayang. Untuk mengambil gambar dari atas udara dengan terbang bebas,” ungkapnya.

Tidak hanya paralayang yang menjadi bidikan kamera para peserta SFI, kesenian tradisional tarian tradisional yang ditampilkan seniman-seniman Kota Batu di lokasi pendaratan paralayang, juga menjadi obyek jepretan mereka.

Menurut Didik, hasil jepretan hunting bersama itu tidak menjadi penilaian para peserta SFI yang mereka ikuti. Hunting bersama hanya salah satu agenda rutin yang digelar dalam rangkaian SFI. Rencananya, hasil jepretan mereka dan karya terbaik SFI akan dipamerkan Desember mendatang di Batu. Beberapa hasil karya fotografer juga sempat dipamerkan di Songgomaruto.

“Kegiatan SFI awalnya memang di Kota Malang. Karena saat ini Kota Batu tengah berulang tahun ke-7, kami meminta SFI digelar di Kota Batu. Sekaligus memperkenalkan pariwisata yang ada di Batu,” tandasnya. (aim/nug) (Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s