Bambang Sulaiman Hilang Misterius

(sigit rohmad / malang post)

(sigit rohmad / malang post)


Hingga hari ketiga kemarin, proses pencarian jasad bos Pabrik Rokok (PR) Dolar, H Bambang Sulaiman, masih terus dilakukan.

Namun keanehan-keanehan mulai dirasakan. Bagaimana tidak, untuk luas area pencarian sekitar 60 hektar dengan melibatkan banyak anggota tim SAR, plus arus yang tidak terlalu deras, tapi belum juga membuahkan hasil.

Bukan itu saja, sejak hari pertama hilang pada Sabtu (1/11) kemarin, titik lokasi hilangnya Bambang, sudah diobok-obok. Nyatanya, jasad pria berbadan tambun ini seperti hilang misterius.

‘’Biasanya tidak seperti ini, Mas. Kalau diketahui dimana dia hilang, pencarian cukup mudah. Apalagi airnya tidak deras. Nyatanya, meski sudah ada penyelam dan dipakai jaring, ternyata belum ketemu juga,’’ ujar Pendik, nelayan yang biasa mencari ikan di Bendungan Lahor Karangkates itu.

Sementara itu, keluarga juga tidak pernah putus asa. Mereka terus melakukan pencarian dibantu gabungan sejumlah anggota tim SAR. Hingga hari ketiga kemarin, berbagai upaya terus dilakukan.
Senin sekitar pukul 11.00 kemarin, tim SAR dengan menggunakan boat juga membawa ayam serba putih untuk dibawa ke sisi Utara-Selatan bendungan, di titik korban diduga tenggelam.

Meski sampai sekitar pukul 17.00, tubuh korban masih belum diketahui keberadaannya, dan hujan deras mulai mengguyur, tapi proses pencarian terus dilakukan. Tim SAR tetap melakukan penyisiran sambil terus memantau hamparan air dimana korban tenggelam.

Dalam pencarian sendiri, Basarnas juga turut bergabung. Malahan, tambahan alat penjelajah untuk menjangkau seluruh air di bendungan Lahor yakni perahu (mesin), juga bertambah satu yakni dari SAR TNI AL.

Dengan menggunakan perahu yang bagian mukanya bergambar layaknya ikan hiu, hamparan air pun terus dipacu hingga gelombang air sampai ke bibir bendungan.

Praktis, tim SAR bisa menggunakan tiga perahu, untuk melakukan pencarian dari ujung ke ujung. Sebelumnya, dua perahu sudah diturunkan.

Dengan menggunakan jaring yang memiliki panjang sekitar 10 hingga 11 meter, kedua perahu itu pun bergerak maju secara bersamaan untuk kemudian ke tepi dan mengecek kemungkinan tubuh korban berhasil ditemukan. Namun sayangnya, upaya itu juga masih belum membuahkan hasil.
Aktivitas pencarian sendiri, sebenarnya tidak hanya dilakukan pagi hingga malam. Namun malam hari pencarian terus dilakukan dengan bantuan lampu jarak jauh.

‘’Untuk penyisiran sendiri, sebenarnya dilakukan sehari penuh. Kami bisa melakukan karena jumlah gabungan anggota SAR cukup banyak dan alat penerangnya juga sangat mendukung. Karenanya di waktu malam, pencarian terus dilakukan,’’ kata Kabag Penanggulangan Bencana Pemkab Malang, Muji Utomo, kepada Malang Post.

Dalam pencarian kemarin, pemandangan beda juga tampak di tengah hamparan air bendungan Lahor, yakni nelayan yang mengajak dua anjingnya naik perahu sambil menjaring ikan. Biasanya, nelayan-nelayan seperti inilah yang tanpa sengaja kemudian menemukan korban yang hanyut. ‘’Saya memang cari ikan. Tapi siapa tahu, jaring ikan tanpa sengaja bisa menemukan,’’ kata Rohmanto warga Dusun Rekesan, Desa Jambuwer, Ngajum. (sit/avi)
(Sigit Rohnad/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s