Pemkab ‘Kemplang’ Pajak PJU

(m sueb / malang post)

(m sueb / malang post)


Masyarakat kabupaten Malang benar-benar dirugikan dengan dipadamkannya ribuan PJU (Penerangan Jalan Umum) karena Pemkab Malang nunggak rekening listrik.

Padahal setiap bulan, saat membayar rekening listrik, selalu dipotong sekitar 10 persen untuk membayar pajak PJU. Sebagai ilustrasi, tahun 2007 lalu, Pemkab Malang menerima Pajak PJU sekitar Rp 23 miliar lewat Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA).

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Malang yang membidangi perpajakan, Imam Safii mengatakan perolehan pajak PJU tersebut diperuntukkan bagi pembayaran ribuan titik PJU milik Pemkab.
Menurut Imam, selain pendapatan Pajak PJU sebesar Rp 23 miliar, DPPKA juga menerima PAD dari Tujuh UPT (Unit Pelaksana Teknis) sekitar Rp 6 miliar.

‘’Nunggak ini suatu hal yang tidak mungkin. Perencanaannya pasti keliru. Sebagai contoh, setiap sidak ke kecamatan, pasti besarnya anggaran untuk pembayaran setiap bulan lebih kecil dari pengeluaran sebenarnya. Bahkan itu bisa diartikan, Pemkab telah menyalahgunakan uang rakyat yang dibayar lewat pajak PJU,’’ urai Imam.

Anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera ini menilai, banyak ketidakberesan dalam masalah ini. Dia juga mengkritisi DPPKA sebagai garda terdepan PAD (Pendapatan Asli Daerah), ternyata hanya mampu menghasilkan Rp 36 miliar setahun. Padahal sebagian besar pendapatan itu diperoleh dari penerimaan pajak PJU.

‘’Perencanaan eksekutif dipertanyakan, kebijakan anggaran saat menyusun PPAS (Prioritas Plafon Anggaran Sementara) seperti apa. Ini adalah akumulasi persoalan sebelumnya,’’ urainya.
Dengan hitungan logis, semestinya pajak PJU yang diperoleh Pemkab Malang amat cukup untuk membayar tagihan rekening listrik PJU yang diperkirakan sekitar Rp 12 miliar setahun.

Menanggapi hal itu, Plt. Sekretaris Daerah Kab. Malang Abdul Malik berjanji bakal menggelar koordinasi bersama Dinas Bina marga dan DPPKA.

‘’Memang Pemkab punya kewajiban membayar (rekening PJU) dari pajak. Kita akan koordinasi untuk menyikapi masalah ini,’’ tegas Abdul Malik dihubungi Malang Post, kemarin.

Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Bina Marga Kab.Malang Ir. Anwar mengatakan, Pemkab mendapat surplus Rp 300 juta perbulan dari penghematan listrik. Menurut Anwar surplus tersebut didapatkan dari penerimaan pajak dari rekening Penerangan Jalan Umum (PJU) setiap bulan.

‘’Surplus itu bisa lebih besar lagi dengan program materisasi, sodiumisasi dan kapasitorisasi,’’ ungkap Anwar kepada Malang Post waktu itu.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Abdul Rahman berjanji bakal menyelidiki ketidakberesan pembayaran rekening PJU milik Pemkab Malang.

Pasalnya, pemadaman itu membuat jalur-jalur Kabupaten menjadi wilayah rawan kecelakaan. Menurut Abdul Rahman, saat tutup buku nanti Pemkab harus membuat evaluasi.

Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa itu mengatakan, dewan selalu menekan agar segera dilakuka meterisasi. Sehingga pemakaian listrik PJU lebih terpantau untuk memudahkan perencanaan anggaran. Namun, hingga saat ini masih banyak titik PJU yang belum terpasang meterisasi.

‘’Kita juga berkali-kali mengusulkan data potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah), termasuk untuk titik-titik PJU. Pemadaman ini perlu kita pikirkan bersama, jalan menjadi rawan, harus ada penerangan,’’ tegas Anwar.

Rahman berjanji bakal mengawal penyelesaian masalah ini hingga selesai. Dia sempat tersenyum mendengar bahwa Kabupaten Malang bisa menjadi satu-satunya daerah yang menunggak tagihan rekening listrik. ‘’Ini memalukan, seharusnya ndak terjadi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, pengguna jalan Singosari-Lawang harus ekstra hati-hati di malam hari. Mengingat PJU di sepanjang jalan protokol mulai Jembatan Timbang Singosari hingga Lawang View Kecamatan Lawang sudah mati total.

Salah satu pengendara jalur itu, Lutfianto mengatakan kondisi jalan gelap gulita amat membahayakan. ‘’Sekarang harus ekstra hati-hati dan waspada untuk menghindari kecelakaan,’’ ungkapnya kepada Malang Post.(ary/avi) (Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s