PTS Dipermalukan Kasus Ijazah Instan

Dari kiri Muhadjir Effendy, Abraham Lomi, Malik Fadjar, dan Suko Wiyono saat pertemuan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di UMM

Dari kiri Muhadjir Effendy, Abraham Lomi, Malik Fadjar, dan Suko Wiyono saat pertemuan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di UMM

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Malang Raya sepakat untuk selektif memilih calon mahasiswa alih jenjang atau transfer. Sebab, saat ini marak terjadi kasus pemalsuan transkrip nilai yang dipergunakan untuk mendaftar di perguruan tinggi lain.

“Citra PTS sudah dipermalukan dengan kasus UTS Surabaya. Karena itu kami menghimbau kepada seluruh PTS agar seleksi menerima mahasiswa transfer. Jangan sampai kecolongan,” ungkap Ketua APTISI Wilayah 7, H Suko Wiyono SH MH kepada Malang Post.

Ia menyarankan, agar PTS melakukan konfirmasi kepada PTS asal jika ada mahasiswa transfer. Atau melihat kebenaran datanya pada epsbed (evaluasi program studi berbasis evaluasi diri) yang berisi data seluruh mahasiswa. Kasus pemalsuan transkrip nilai ini kata dia juga pernah dialami Universitas Islam Malang (Unisma). Saat itu ada tiga orang yang akan transfer ke Universitas Wisnuwardhana (Unidha) yang dipimpinnya dengan membawa transkrip nilai dari Unisma. Setelah dikonfirmasi ternyata transkrip itu palsu. Kasus itu pun sudah dilaporkan kepolisian. Hanya saja sampai saat ini belum ada kabar apakah kasus sudah selesai.

“Kami pun menghimbau kepada instansi yang akan menggunakan lulusan PTN maupun PTS, untuk lebih dulu melakukan kroscek pada epsbed apakah mahasiswa tersebut betul mahasiswa di kampus yang dibawanya,” tuturnya.

Selain Suko, Ketua APTISI Komisariat Malang Raya Abraham Lomi yang juga Rektor ITN Malang mengakui, tawaran ijazah instan juga pernah menyerang ITN. Beberapa mahasiswanya tiba-tiba saja pindah dengan alasan tidak kuat hawa dingin Malang. sementara perguruan tinggi yang dituju jelas menawarkan gelar instan untuknya dengan transkrip nilai dari PTS asal.

Silaturrahmi APTISI kemarin juga dihadiri Mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI H Malik Fadjar. Dalam kesempatan itu, Malik menghimbau kepada PTS agar membangun citra dan kepercayaan. Meskipun itu tentu saja sangat berat. Yang terpenting kata dia bukanlah kampus yang megah, tapi kampus yang menyenangkan dan mencerdaskan juga mengasyikkan. (oci) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s