Longsor Terjang Polehan

Kondisi rumah yang terkena tanah longsor dan Jumainah pemilik rumah. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Kondisi rumah yang terkena tanah longsor dan Jumainah pemilik rumah. (MUFLIKH FARID/MALANG POST)

Longsor kembali terjadi di Kota Malang. Setelah sebelumnya, dua warung amblas longsor ke dasar Sungai Brantas di kawasan Tlogomas, depan UMM, kemarin giliran rumah milik Jumainah, 51 tahun, warga Jalan Kresno RT07 RW01, Kelurahan Polehan, Blimbing Malang tertimbun tanah longsor.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mengerikan yang terjadi sejak Minggu (2/11) sore lalu itu. Namun akibat tanah longsor tersebut, tembok rumah Jumainah jebol hingga tiga meter.

Ironisnya, penyebab longsornya tanah ini akibat kebocoran pipa gorong-gorong, yang baru dibangun satu bulan lalu dengan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Sehingga bukan hanya air yang menerobos masuk ke rumah, tapi juga endapan pasir.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian yang dialami oleh Jumainah mencapai Rp 20 juta. Peristiwa ini kemudian dilaporkan oleh korban dibantu warga dan pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat ke Pemkot Malang. Harapannya, Pemkot segera melakukan tindakan perbaikan.

Data yang dihimpun Malang Post di lapangan menyebutkan, tanah longsor ini terjadi kali pertama Minggu lalu. Yaitu sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu hujan sangat deras mengguyur beberapa wilayah Kota Malang. Termasuk di Polehan. Jumainah ditemani Karyono siang itu membersihkan bagian dapur rumahnya, lantaran atapnya bocor.

Saat sedang bersih-bersih inilah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari luar ruang santai rumahnya. Jumainah langsung tanggap. Ia pun bergegas keluar rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi. Betapa kagetnya ia, ketika dilihatnya tanah sudah menempel di tembok rumahnya. Yang mengerikan, kucuran air dari pipa gorong-gorong sangat deras menimpa rumahnya.

Karyono yang ikut melihat langsung berlari ke rumah Misdi, ketua RT setempat untuk melapor. Namun begitu Karyono kembali, tembok rumahnya sudah jebol. Beruntung, meski tembok rumah tersebut jebol, namun tidak sampai merusak barang berharga di dalam rumah. Itu sebabnya, Jumainah dan Karyono dibantu warga sekitar langsung melakukan evakuasi. Semua barang yang ada di dalam rumah langsung diselamatkan ke rumah salah satu tetangga.

Tidak berhenti sampai di situ, longsornya tanah perengan ini terus berlangsung hingga siang kemarin. Malah semakin parah. Air yang terus mengucur dari pipa gorong-gorong itu, menggerus tanah perengan. Akibatnya jebolnya tembok rumah Jumainah semakin melebar.

Warga yang melihat peristiwa itu berusaha memberikan pertolongan, dengan membersihkan air, juga lumpur dan pasir di dalam rumah Jumainah. Tapi begitu, proses pembersihan ini harus tersendat. Warga yang tampak sibuk, tiba-tiba berhamburan keluar rumah, setelah melihat pipa saluran air itu terlepas.

Warga tampak ketakutan dengan derasnya air yang keluar dari pipa ini hingga mengakibatkan pipa lepas. Akibatnya kegiatan warga ini terpaksa dihentikan sejenak. Mereka khawatir derasnya air membuat rumah Jumainah ambruk. Itu sebabnya, mereka berusaha menyelamatkan diri. Warga kembali bekerja setelah saluran air itu disambung dengan seng dan diganjal, agar tidak lepas.

Karyono cukup prihatin dengan nasib kakaknya ini. Terlebih Jumainah yang bekerja di salah satu pabrik rokok ini baru saja ditinggal suaminya Atim Subekti. “Kakak ipar saya baru meninggal 12 hari lalu, dan kini ada musibah seperti ini,’’ kata Karyono sambil memandang kakaknya.

Sementara ini, Jumainah tinggal bertiga, yaitu dengan Rumini, 40 tahun, adiknya dan Lia Yuliani, 17 tahun, anak semata wayangnya. “Rumah ini dibeli almarhum suami saya dari bapak Mustopo, sejak tahun 1999 lalu. Selama ini tidak pernah ada masalah, baru sekarang kena longsor, seperti ini setelah ada pembangunan gorong-gorong,’’ kata Jumainah sambil terisak.

LPMK Tuding Proyek PNPM Asal-asalan

Sementara itu, terjadinya tanah longsor yang disebabkan kebocoran pipa gorong-gorong ini sangat disesalkan oleh LPMK setempat. Sebab sebelumnya saat pembangunan proyek satu bulan lalu, LPMK sudah berulang kali memperingatkan pemborong, agar pipa itu disambung dengan semen. Tidak hanya ditempelkan saja. Saran itu bukannya diterima malah diabaikan. Bahkan tidak digubris sama sekali.
“Kalau begini siapa yang disalahkan. Ini menandakan jika proyek pembangunan gorong-gorong ini asal-asalan,’’ kata Tuhu Pamekas, Sekretaris LPMK Polehan kepada Malang Post kemarin.

Tuhu mengaku sudah melayangkan surat kepada Wali Kota Malang terkait peristiwa ini dengan harapan untuk segera ditindaklanjuti. “Yang jelas untuk perbaikan kami tidak mungkin menunggu turunnya dana dari blockgrand karena akan sangat lama. Itu sebabnya, kepada instansi terkait inilah, kami melaporkan kejadian tersebut, terutama kepada wali kota, agar cepat memberikan perhatian,’’ tambah Tuhu yang mengaku baru satu minggu ini menjalankan tugas sebagai sekretaris LPMK, setelah serah terima kepengurusan.

Senada dengan Tuhu, Darman, warga RT 06 RW01 mengaku sangat menyesalkan terjadinya longsor ini. Kejadian ini betul-betul membuka mata warga jika pengerjaan proyek dari dana PNPM Mandiri sangat tidak maksimal. Dana yang harusnya 75 persen pembangunan fisik dan 25 persen nonfisik, tidak sesuai dengan harapan. Padahal dana PNPM yang cair untuk Kelurahan Polehan sendiri mencapai Rp 100 juta.

“Jelasnya pembangunan fisik yang dilakukan sama sekali tidak sesuai bestek. Kalaupun diteliti masalah keuangannya pun dengan kondisi bangunan yang sudah diperbaiki, sangat miris, lantaran tidak sesuai. Contohnya, perbaikan atap, banyak sekali kayu-kayu yang lama digunakan lagi. Padahal harusnya, namanya perbaikan semua harus baru prasarananya,’’ jelas Darman.
(ira/lim) (Ira Ravika/malangpost)

Iklan

1 Komentar

Filed under Malang

One response to “Longsor Terjang Polehan

  1. wah lagi lagi rakyat kecil yang jadi korban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s