Pilgub Jatim: Babak Final Pertarungan Figur Struktural vs Figur Kultural

KALAU tidak ada aral melintang, besok masyarakat Jawa Timur memilih gubernur yang baru. Ada dua pasangan yang akan berebut kekuasaan sebagai pengusaha provinsi di Timur Pulau Jawa itu ; Khofifah Indar Parawansa – Mujiono dan Sukarwo dan Syaifullah Yusuf. Keduanya tampail dalam pemilihan putaran kedua karena pada putaran pertama tidak ada pasangan yang meraup suara 30 persen seperti yang diamanatkan Undang-undang. Keduanya menduduki posisi pertama dan kedua pada putaran pertama.

Dibanding putaran pertama, pemungutan suara putaran kedua besok diprediksi tidak akan seramai putaran pertama. Tidak ada kegiatan kampanye menarik simpati masyarakat dengan acara yang ingar bingar. Di Malang, Khofifah menyambangi Ponpes Al Hikam yang jadi pendukung utamanya dan kegiatan masyarakat di Kabupaten Malang dan Batu. Sedangkan Sukarwo menyapa masyarakat Gunung Kawi dan menghadiri acara bedah buku di perpustakaan Kota Malang.

Keduanya datang mengunjungi masyarakat tanpa banyak bicara. Di Al Hikam, Khofifah dengan percaya diri dan opitimisme tinggi mengatakan kepada wartawan yang menanyainya. ‘’Wis ta lah, gak usah kakean takon, dadi..dadi (Sudahlah, tidak usaha banyak bertanya, jadi..jadi),’’ katanya dengan senyumnya yang khas. Tak banyak berbeda, Sukarwo juga menebar optimisme bisa menduduki jabatan Jatim-1. Sukarwo yang biasanya banyak bicara dalam kampanye, lebih banyak berbicara normative meskipun banyak pengunjung yang mendaulatnya bisa menjadi gubernur.

Melihat peta kekuatan kedua calon, tampaknya masih sulit untuk menebak siapa yang akan jadi pemenang. Ini beda dengan putaran pertama ketika ada lembaga survey yang tidak tahu asal usulnya, menempatkan Sukarwo sebagai pemenang dengan perolehan di atas 30 persen. Hasil survey itu dirilis di koran sehari menjelang coblosan lalu. Ketika hasil surveynya mbleset, tak jelas ke mana lemabaga survey itu sembunyi.

Yang menarik dari pertarungan dua calon itu adalah, keduanya menggunakan basis NU untuk meraup suara. Kalau sudah bicara NU, maka pertarungan para kiai pun tak terhindarkan. Polarisasi kia pun tak terhindarkan, antara kiai kultural dan kiai structural. Masing-masing mengklaim mendapat dukungan massa yang besar. Inilah salah satu sisi menarik pemilihan gubernur ini yang akan menjadi ajang pembuktian, siapa yang berpengaruh, kiai kultural atau struktural. Dalam banyak even politik, perang pengaruh dua kekuatan kiai berpengaruh itu tak bisa dihindarkan.

Para kiai kultural memiliki pengaruh yang kuat dengan basis pesantren yang sudah sangat dikenal di Jawa Timur. Mereka secara terbuka memberikan dukungan kepada pasangan Sukarwo – Syaiful. Bahkan dukungan terbuka itu dipublikasikan dalam iklan di media cetak, lengkap dengan foto para kiai lengkap dengan tanda tangannya. Pasangan Khofifah mendapat back up para kiai yang duduk dalam kepengurusan NU, mulai dari pusat sampai ke struktur terkecil.

Harus diakui, Jawa Timur menjadi basis kekuatan NU, sehingga keduanya all out menggarap untuk mendapat dukungan. Tapi mengapa kekuatan yang lain kurang digarap secara serius ? Seolah-olah dengan meraup suara NU semua akan selesai. Tapi mungkin menarik yang dilakukan Khofifah yang menggandeng kekuatan PDIP. Tidak tanggung-tanggung, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri ikut turun gunung memberi instruksi semua jajaran partainya agar mendukung Khofifah. Tentu bukan dukungan gratis, tapi dengan imbalan dalam Pilpres tahun depan Khofifah – kalau jadi gubernur – juga mendukung Mega.

Dukungan itu bisa jadi tambahan amunisi bagi Khofifah, tapi juga bisa menjadi blunder. Di satu sisi warga NU dikenal lentur dan fleksibel bisa menerima semua pihak, tapi di sisi lain mereka punya resistensi terhadap hal-hal tertentu. Kalau resistensi itu tidak muncul, dukungan itu akan menambah pundit suara Khofifah, tapi kalau sebaliknya, kita tunggu saja hari Selasa besok. Wallahu a’lam. (***)
(Redaksi/malangpost)

1 Komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang Raya

One response to “Pilgub Jatim: Babak Final Pertarungan Figur Struktural vs Figur Kultural

  1. adu kesaktian antar kyai dong? Kita lihat aja kyai mana yang lebih sakti? Dan ketika koment ini ditulis, kayaknya hal tersebut dah mulai kelihatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s