Pilgub Jatim Putaran II Hampir Dipastikan Dimenangi Khofifah-Mujiono

Ketua DPW Partai Patriot Jawa Timur La Nyalla Mattaliti (kiri), Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah), dan Calon Wakil Gubernur Brigjen Mudjiono (kanan) (TEMPO/ Rohman Taufiq)

Ketua DPW Partai Patriot Jawa Timur La Nyalla Mattaliti (kiri), Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah), dan Calon Wakil Gubernur Brigjen Mudjiono (kanan) (TEMPO/ Rohman Taufiq)

Jatim hampir pasti bakal dipimpin gubernur perempuan seperti Provinsi Banten. Pasangan cagub/cawagub Khofifah Indar Parawansa-Mujiono (Kaji) diperkirakan menang tipis atas rival utamanya Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa).

Hasil quick count (perhitungan cepat) milik Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang di Grand Mercure Hotel menunjukkan pasangan Kaji unggul 50,73 persen dibanding Karsa dengan 49,27 persen. Kalau pun ada perubahan, kemungkinan sangat kecil, karena margin error hanya 1 persen.

‘’Margin error-nya sangat tipis, maka kemungkinan terjadinya perubahan masih ada. Sebab, Kaji unggul tipis, sekitar satu persen atas pasangan Karsa,’’ tutur Sunardi Purwa Atmoko, Ketua LSI Jatim di Mercure Hotel, kemarin siang.

Seperti pilgub putaran pertama lalu, kedua pasangan cagub/cawagub yang bertanding kemarin juga melakukan coblosan di TPS-nya masing-masing. Keduanya juga menang di TPS-nya masing-masing pula. Soekarwo yang mencoblos di TPS 27 Manyar Kertoarjo, Kelurahan Manyar Sabrangan menang mutlak dengan 200 suara.

Sedang lawannya, Kaji hanya mendapat 25 suara dari total 478 pemilih yang ada.
Suara lainnya golput karena sampai batas akhir penutupan jam 13.00 WIB separoh lebih pemilih yang tidak hadir. Sedang Khofifah yang mencoblos di TPS 24 Jemur Wonosari, Kaji memperoleh 255 suara dan Karsa hanya 38 suara.

Secara teoristik, kinerja masing-masing tim sukses sebenarnya sudah sangat maksimal. Buktinya, selain terus mencari penggalangan simpati langsung dari bawah, kedua kubu juga sama-sama sukses meraih simpati partai-partai yang kemarin jagonya kalah di pilgub putaran pertama.

Selain itu, model penggalangan yang semula mengutamakan kekuatan struktur partai, di putara kedua ini kedua pasangan cagub/cawagub justru membalikkan ‘senjatanya’ dengan mengandalkan kekuatan organisasi massa atau pun lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Sementara itu dijumpai secara terpisah, Imam Muzaki, Ketua Pusat Kajian Desentralisasi (Puskade) Jatim menilai, selain kinerja tim suksesnya Kaji, peran Mujiono dalam mendongkrak perolehan suara dinilai sangat signifikan. Artinya, status Mujiono sebagai pasangan sangat berperan sekali.

Sebagai contoh, Imam menyebut, pertemuan yang digalang Mujiono dengan masyarakat petani sekitar hutan, yang digelar sampai tiga kali di Surabaya. Sebagai anggota TNI, agaknya Mujiono tahu persis bahwa ada potensi suara rakyat yang selama ini tidak pernah tergarap sebelumnya.

‘’Angkanya cukup lumayan besar, dari petani Malang Raya saja mencapai 30 ribu orang. Belum termasuk Trenggalek, Madiun atau kawasan Lumajang. Saat putaran pertama tidak sempat digarap, karena persiapan mereka sangat mendadak sekali maju ke pilgub Jatim,’’ katanya.

Selain itu, Karsa dianggap lengah mengamankan daerah-daerah yang dianggap telah memenangkan dirinya di putaran pertama. Contohnya, Pulau Madura yang dahulu memberikan kontribusi suara terbanyak, di putaran kedua tidak diramut lagi. Kubu Karsa merasa yakin, daerah yang sudah menang tidak akan terpengaruh gerakan lawan.

Sekarang, dari empat kabupaten di Madura hanya Bangkalan dan Sampang saja yang menempatkan Karsa sebagai pemenang. Selebihnya kabupaten Sumenep, dan Pamekasan malah berhasil direbut Kaji dengan angka cukup bagus. ‘’Di Gresik dan Blitar juga begitu. Termasuk Malang Raya yang dahulu milik Karsa,’’ tutur Imam.

Faktor lain kekalahan Karsa adalah besarnya angka golongan putih (golput) yang diperkirakan mencapai 45 persen atau 8 persen lebih tinggi dibanding pilgub putaran pertama 23 Juli lalu. ‘’Bisa jadi, pendukungnya Karsa banyak yang tidak nyoblos,’’ kilahnya.

Bagi masyarakat sendiri, tambah Imam, coblosan sekarang ini boleh dikatakan tanpa beban. Artinya, permainan money politic yang di putaran pertama cukup ‘mengganggu’ dari masing-masing pasangan cagub/cawagub ketika itu, kini sudah tidak ada lagi.

Dan sekarang masyarakat benar-benar menentukan pilihannya sendiri tanpa ada beban apapun. Bebas dalam kerangka bebas memilih pasangan yang diinginkan atau bebas untuk tdiak memilih. ‘’Buktinya, angka golputnya sekarang cukup tinggi,’’ katanya. (has/avi) (Hary Santoso/malangpost)

Iklan

7 Komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang Raya

7 responses to “Pilgub Jatim Putaran II Hampir Dipastikan Dimenangi Khofifah-Mujiono

  1. Lha kapan pengumuman resmi pemenangnya.
    Kata PKS, yang menang itu sebenarnya Kar-Sa. Jadi yang bener yang mana nih?

  2. salma

    Yang bener Ka-Ji yang menang.
    Kalau Karsa yang menang berarti ada rekayasa donk.
    LIat PKS pro siapa?

  3. Margin of errornya kan 1-2 persen, jadi khofifah-mujiono belum bisa dikatakan menang. Bahkan info yang sudah mulai beredar, Karsa menang menurut hitungan manual

  4. imam utomo

    assalaamu’alaikum wr.wb.
    Siapa pun yang terpilih yang penting bisa menjadikan jawa timur lebih baik.Yang kalah yo jangan ngamuk, kalo ngamuk yo ngilani cak..ojo malah masang spanduk bernada memprovokasi yang menyudutkan calon yang lain.elingo cak iki jawa timur kudu dipimpin seorang pemimpin yang punya mental kuat untuk membangun jawa timur.
    wassalam

  5. utomo

    Yang bener, yang menang adalah GOLPUT. Masyarakat JATIM tidak percaya dgn kepemimpinan KAJI ataupun KARSA yang haus akan jabatan.

  6. aku baca di detik.surabaya hari ini, kpud mengumumkan KarSa pemenangnya..
    kalau quick count LSI kemarin, memang angka prosennya besaran KaJi sekitar 1 persenan.. tapi LSI tidak berani menyimpulkan bahwa KaJi pemenangnya..

    selisih 1 persenan, hasil quick count alias sampling, memang kurang menyakinkan, dan sangat riskan untuk mengambil kesimpulan. mungkin ini yang langkah yang diambil LSI kemarin. setelah quick count, mereka tidak berani ambil kesimpulan…

  7. SANTRI SUKOREJO SITUBONDO

    Kepada yang terhormat gubernur JATIM Ibu khofifah Indar Parawansah di kediaman.
    kami santri sukorejo tetap mendukung ibu, dan saya yakin kebenaran pasti menang. hidup adalah suatu pilihan,perjuangan dan pengorbanan, kami di sukorejo situbondo selalu mendoakan ibu khofifah dan bapak Mujiono untuk menjadi pemimpin kami yang amanah dan muda-mudahan proses sidang di MK di menangkan oleh KAJI MANTEB. AMIN…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s