SBSI Tolak SKB 4 Menteri

skb-demoPuluhan buruh dari SBSI Malangkucecwara, kemarin menggelar unjuk rasa di Bundaran Tugu. Mereka menolak peraturan bersama empat menteri yang mengatur tentang penentuan UMK. Sementara saat ini, UMK Kota Malang yang diusulkan sebesar Rp 945.373 tinggal menunggu keputusan Gubernur Jatim.

Unjuk rasa yang digelar saat libur pemilihan gubernur Jatim itu diawali long march dari depan Stasiun Kota Baru. Sambil membawa poster, mereka berjalan menuju depan gedung dewan dan balai kota.
Di depan gedung dewan dan balai kota, mereka orasi bergantian. Dalam orasi dan poster yang diusung, mereka menyatakan menolak peraturan bersama empat menteri yang ditandatangani 22 Oktober lalu. Empat menteri itu masing-masing, Menakertrans, Mendagri, Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian.

Sekretaris SBSI Malangkucecwara, Ratmoko mengatakan, alasan penolakan peraturan empat menteri itu karena bermaksud mempengaruhi gubernur dalam penetapan UMK di masing-masing daerah.
“Dampak penerapan peraturan bersama empat menteri itu merugikan buruh. Buruh dikorbankan. Dalam peraturan itu disebutkan, dalam penetapan UMK agar gubernur tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. Kalimat ini multitafsir,” katanya. Selain itu juga dinilai menyimpang dari tatanan hukum di Indonesia.

Soal unjuk rasa yang dilakukan disaat libur coblosan itu, Ratmoko mengatakan, anggota SBSI Malangkucecwara tetap diberi kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya. “Karena itu, aksi ini dimulai jam 09.00 dan berakhir jam 11.00 WIB. Teman-teman buruh menggunakan hak pilihnya sebelum aksi karena TPS dibuka jam 07.00 dan setelah aksi juga masih bisa menggunakan hak pilih. TPS tutup pukul 13.00 WIB,” jelasnya.

Sementara itu, Kadisnaker, Wahyu Santoso kemarin mengatakan, saat ini UMK 2009 Kota Malang tinggal menunggu waktu pengesahan dari Gubernur Jatim. “Sekitar akhir November ini sudah ada penetapan,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, UMK Kota Malang 2009 diusulkan sebesar Rp 945.373. Sedangkan UMK Kota Malang 2008 sebesar Rp 802.500.

Abaikan SKB

Ratmoko, Sekjen SBSI Malangkucecwara, mengatakan keluarnya peraturan bersama menteri itu menunjukkan negara tidak bertanggung jawab terhadap kesejahteran rakyatnya. “Yang perlu diwaspadai di peraturan bersama menteri adalah pasal 3 yang berbunyi gubernur dalam menetapkan UMK agar tak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen. Pasal itu sangat multitafsir, apakah dari UMK 2008 atau dari survei kebutuhan hidup layak (KHL),” ungkap Ratmoko di sela-sela aksi.

Ia berharap gubernur bisa bertindak adil dalam memutuskan besaran UMK 2009. Dia berharap gubernur menetapkan UMK sesuai aturan hukum yang berlaku. Sebab kondisi di Indonesia, buruh tidak memiliki bargaining, sehingga buruh harus dilindungi. Bahkan, jika nantinya pemberlakukan UMK memakai dasar peraturan bersama empat menteri, para buruh di Indonesia siap bergerak bersama.

Meski demo itu tidak disaksikan wakil rakyat, Ratmoko menyatakan tidak masalah. “Sebab para buruh memang baru bisa bergerak saat ini karena ada libur coblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim putaran kedua,” katanya.

Sebelumnya Drs H Rendra Kresna BcKu SH MM, Ketua SPSI Jatim yang juga Wakil Bupati (Wabup) Malang juga memerintahkan seluruh DPC SPSI untuk mengabaikan SKB yang sangat merugikan buruh. Sebab, tentang ketenagakerjaan sudah diatur dalam UU No 13/2003

Di antara Pernyataan Sikap Buruh:
1. Menolak peraturan bersama Menakertrans, Mendagri, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perindustrian tanggal 22 Oktober 2008.
2. Menuntut Presiden mencabut/membatalkan peraturan para menteri itu
3. Mendesak Gubernur Jatim mengesampingkan peraturan bersama itu dalam penetapan UMK 2009
4. Menuntut Gubernur Jatim menetapkan UMK 2009 berdasarkan usulan bupati/walikota.
5. Mendesak para bupati/wali kota berketetapan hati bersama-sama buruh menolak keputusan Gubernur Jatim tentang UMK 2009 jika tidak seperti yang diusulkan.

(van/lim/vie) (surya/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s