Insentif Guru Segera Dicairkan via BRI, Disdik Waspadai Penerima Insentif Dobel

Insentif bagi 1800 guru non PNS di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang segera dicairkan melalui rekening BRI. Untuk itu kemarin, para guru diundang ke kantor Disdik untuk menyerahkan nomor rekening mereka.

Saking banyaknya penerima insentif dari alokasi APBN, halaman kantor Disdik penuh dan berjubel para guru. Mereka mengantri untuk bisa segera mencairkan insentif yang besarnya Rp 200 ribu per bulan itu.
“Gak papa antri sekarang, kepanasan. Yang penting bisa mengurus insentif. Apalagi kabarnya pencairannya langsung delapan bulan jadi total Rp 1,6 juta,” ungkap salah satu guru, Ridwan.

Hal senada diungkapkan guru SMP Arjuno, Husein. Menurutnya pencairan insentif itu sudah lama ditunggu. Sebab pada tahun 2008, belum ada insentif apapun yang diterima dari APBN. Jika benar pencairannya untuk delapan bulan, tentu sangat menggembirakan bagi para guru. Sehingga panas terik dan antrian yang panjang bukan menjadi hambatan bagi mereka.

Sementara itu, Kabid Fungsional Tenaga Kependidikan Disdik Kota Malang Dra Zubaidah menegaskan, antrian panjang kemarin dilakukan demi kemudahan pelayanan selanjutnya. Sebab pada pencairan berikutnya, insentif langsung akan ditransfer ke rekening baru yang dimiliki para guru. Yang terpenting kata Ida, panggilan akrab Zubaidah, para guru harus jujur melapor jika memang menerima insentif dobel.

“Ada banyak kasus yang terjadi satu orang guru menerima lebih dari satu insentif. Ini jelas tidak benar, karena jatah masing-masing hanya satu. Kalau sudah menerima dari APBN, maka tidak boleh menerima dari APBD,” tegasnya.

Dijelaskan, sumber insentif ini ada tiga macam. Yaitu dari APBD I, APBD II dan APBN. Setiap guru hanya boleh menerima dari satu sumber saja. Sayangnya, kata Ida, ada guru yang tidak jujur dengan insentif dobel ini. Mereka berlagak tidak tahu dan menikmati insentif itu. Tapi tentu saja Disdik tidak tinggal diam. Setiap pencairan, selalu diteliti kemungkinan nama dobel itu. Penerimaan dobel ini terjadi karena satu guru bisa mengajar di beberapa sekolah.

“Saya salut dengan Pak Panca, salah satu guru yang menerima dobel. Beliau lapor ke kami, sehingga yang satu langsung kami potong untuk dialihkan kepada yang belum menerima,”tegasnya.

Dia menjamin, semua guru non PNS sudah menikmati insentif. Karena itu pendataan selalu dilakukan setiap tahun. Data guru 2008 yang baru diharapkan bisa menjadi acuan pada 2009 mendatang. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s