Jalan Tembus UB Langgar Perda

Portal dan pos masuk jalan tembus UB yang dipermasalahan Dewan (muflikh farid / malang post)

Portal dan pos masuk jalan tembus UB yang dipermasalahan Dewan (muflikh farid / malang post)


Menjelang revisi Perda RTRW, status jalan tembus Universitas Brawijaya (UB) kembali dipersoalkan. Setelah lama mereda, kemarin DPRD Kota Malang mempertanyakan kembali status penggunaan jalan yang mengakses kampus UB dari Jalan Veteran hingga Jalan MT Haryono-Jalan Soekarno Hatta itu.

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar H Agus Sukamto, Sekretaris Komisi A Sigit Setiawan dan Ketua DPRD RB Priyatmoko Oetomo, jalan tembus UB itu bukan milik UB, tapi jalan umum.

‘’Berdasarkan Perda 7 tahun 2001 tentang RTRW, jalan tembus itu milik umum. Peruntukannya untuk jalan umum. Jadi sebenarnya berdasarkan legalitasnya, jalan itu bukan milik Universitas Brawijaya,’’ kata Agus Sukamto.

Anehnya, jalan umum selebar 8 meter dan panjang sekitar 500 meter itu sudah lama diportal UB. Jalan itu pun tak bisa dengan leluasa dilewati masyarakat umum layaknya jalan umum lainnya di kota pendidikan ini.

Menurut Agus, bila mengacu pada perda RTRW, secara tidak langsung telah terjadi pelanggaran perda. ‘’Apakah ada jalan dipagari? Selama ini kita memahami saja karena untuk kepentingan umum,’’ kata politisi senior ini.

Menurut Agus, sebenarnya pihak UB mengetahui bahwa status jalan itu merupakan jalan umum. Hanya saja sampai saat ini tidak ada usaha dari UB untuk melakukan pembebasan areal jalan umum itu.

‘’Sebenarnya tahun 2003, saya sudah sampaikan ke Universitas Brawijaya. Waktu itu, rektornya Pak Bambang Guritno. Saya sampaikan kepadanya agar Universitas Brawijaya mengajukan ke wali kota tentang kepemilikan jalan itu untuk pendidikan,’’ jelasnya.

Tapi sampai saat ini, proses pengalihan status jalan umum menjadi jalan milik UB tidak dilakukan juga. ‘’Padahal kalau dilepas, bisa saja diganti dengan NJOP nilai terendah,’’ sambungya.

Karena penggunaannya bertentangan dengan perda, maka dalam revisi Perda RTRW harus membahas pula status jalan tembus UB tersebut. ‘’Saat ini harus dibicarakan lagi,’’ tandasnya.

Ketua DPRD Kota Malang RB Priyatmoko Oetomo mengatakan, akan meminta penjelasan tentang status jalan tersebut. Untuk memastikan status jalan umum itu, menurut dia, harus diatur dalam pembahasan perda RTRW.

‘’Nanti kami akan menanyakan kapan pemkot mengajukan usulan revisi perda RTRW ke dewan. Karena sudah saat membahasnya, termasuk membahas tentang status jalan tembus Universitas Brawijaya,’’ tandasnya.

Secara terpisah, UB justru bersikap bertolak belakang dengan pendapat wakil rakyat. Kepala Humas UB, HMS Farid Atmadiwirya yang dikonfirmasi kemarin siang justru terkesan heran dengan pendapat dewan.
Menurut Farid, jalan tembus itu merupakan jalan milik UB. ‘’Jalan itu milik kampus. Kampus kita (UB) itu sekitar 50 hektare, dibeli bertahap dari penduduk sejak tahun 1970-an,’’ jelasnya.

Saat awal pembangunan kampus UB, lanjut Farid, jalan itu sudah ada. ‘’Awalnya jalan kecil, tapi bisa dilewati mobil,’’ kata dia sembari menyebutkan jalan itu sudah ada antara 1981 atau 1982.

Sementara itu, Kepala Bapeko Kota Malang, Ir Bachtiar Ismail menjelaskan, berdasarkan Perda 7 tahun 2001 tentang RTRW, jalan itu merupakan jalan umum. Jalan tembus UB itu, kata dia, sudah ada sejak lama.

Sekalipun jalan umum, menurut Bachtiar, jalan itu bukan milik Pemkot Malang. Hanya saja, dia belum bisa memastikan apakah jalan itu jalan provinsi atau jalan nasional.

Lantas bagaimana dengan klaim UB yang menyatakan memiliki jalan tembus itu? ‘’Sampai saat ini kami tidak mengetahui ada pengalihan haknya (jalan tembus),’’ katanya. Bila ada pengalihan hak, pemkot dan dewan pasti mengetahuinya, sekalipun bukan milik pemkot.

Karena tidak jelas status jalan tembus itu, dalam pembahasan revisi Perda RTRW, pemkot akan menanyakan ke provinsi tentang status jalan tersebut. Sedangkan revisi Perda RTRW akan diajukan ke dewan tahun depan. ‘’Sekarang sedang dilakukan kajian untuk revisi Perda RTRW,’’ pungkasnya. (van/avi) (Vandri van Battu/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s