KemenanganKaji Versi Quick-count Diprotes

Tipisnya perbedaan perolehan suara antara Karsa dan Kaji versi quick count oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), ternyata membawa implikasi cukup besar. Buktinya, kubu Soekarwo-Saifullah (Karsa) meminta kubu Khofifah-Mujiono (Kaji) agar jangan terburu-buru mengklaim penghitungan LSI sebagai bukti resmi kemenangan Kaji di Pilgub putaran kedua.

‘’Kami minta semua masyarakat, utamanya kubu Kaji bisa menahan diri dahulu. Penghitungan quick count jangan dijadikan patokan Kaji sudah menang. Karena bisa merugikan kubu Karsa,’’ papar H Pading, tokoh sentral masyarakat Madura kepada wartawan di RM Nur Pacific Surabaya, kemarin siang.

Seperti diketahui, LSI dan Lingkaran Survei Indonesia telah mengumumkan hasil sementara penghitungan cepat (quick count) pilgub Jatim putaran kedua, 4 Nopember lalu. Hasilnya, Kaji disebut memperoleh 50,44 persen atau unggul tipis tipis 0,8 persen atas Karsa dengan 49,56 persen.

Hitungan yang hampir sama dimunculkan Lingkaran Survei Indonesia yang menyebutkan, Kaji meraih 50,76 persen suara atau menang tipis 1,52 persen atas Karsa dengan 49,24 persen. Akibat tipisnya perbedaan itu kedua lembaga ini sama-sama tidak berani memutuskan pemenang pilgub putaran kedua.
Berpatokan dari penghitungan ini pula, kata Pading, kubu Kaji diminta tidak grusa-grusu mengklaim pilgub putaran kedua dimenangkan Kaji. Sebab, penghitungan cepat bukan patokan resmi sesuai UU dalam menentukan kemenangan sebuah pilkada.

‘’Tunggulah sampai KPU Jatim mengumumkan secara resmi siapa yang menang. Jangan dulu woro-woro di media, seolah-olah Kaji sudah memenangkan pilgub sekarang ini,’’ tutur Pading dengan menyebut iklan sebuah media yang menampilkan ucapan terima kasih dari kubu Kaji.

Di sisi lain, Pading yang juga koodinator pemenangan Karsa wilayah Surabaya Utara ini menyebutkan, apabila kubu Karsa nanti dinyatakan KPU Jatim secara resmi kalah, maka pihaknya tidak akan melakukan aksi apapun. Sebaliknya, justru akan mengamankan keputusan sah dari lembaga resmi tersebut.
‘’Kalah atau menang, kami siap menerimanya. Tapi itu nanti, kalau KPU sudah resmi mengumumkan, siapa pemenangnya. Jangan menang, kalah pun kami sudah siap,’’ tandas Kepala Security PT Maspion Bank Surabaya ini.

Sementara itu, terkait tipisnya penghitungan versi LSI ini juga sejumlah Muspida Jatim seperti kebakaran jenggot. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari kedua kubu, kemarin siang, Pj. Gubernur Jatim Setia Purwaka, Kapolda Jatim Herman S, Pangdam Brawijaya Suwarno dan Ketua DPRD Fathorasjid menggelar jumpa pers membantah soal rumor itu.

‘’Kami minta masyarakat jangan termakan hasil penghitungan cepat lembaga survei. Sebaliknya, tunggu angka resmi atau keputusan resmi dari KPUD Jatim, sebagai lembaga yang sah mengumumkan hasil pilkada Jatim putaran kedua,’’ kata Setia.

Pernyataan lain diungkapkan Kapolda Jatim. Menurut jenderal berbintang dua ini, penghitungan yang dilakukan TPS-TPS dijamin tidak ada penggelembungan suara karena selalu dikawal anak buahnya.
‘’Kami menjamin kalau suara yang masuk aman karena anggota kami juga melakukan rekapitulasi mengantisipasi penggelembungan suara. Malah, setiap petugas dibekali formulir yang ditandatangani KPPS. Tidak usah kuatir,’’ paparnya. (has/avi) (harry santoso/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s