PKK Bangun Tandon Biogas

Tyas Sujud Pribadi saat meninjau pembuatan Tandon Biogas di Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis beberapa waktu lalu. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Tyas Sujud Pribadi saat meninjau pembuatan Tandon Biogas di Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis beberapa waktu lalu. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Disaat sebagian orang memikirkan energi alternatif, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Malang malah sudah menciptakan tandon Biogas di Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis. Saat ini TP PKK tengah merancang pendistribusian Biogas ke rumah tangga melalui sistem tabung.

Ketua TP PKK Kabupaten Malang Tyas Sujud Pribadi mengatakan sistem biogas di Desa Bunutwetan hanya bisa dipakai untuk lima Kepala Keluarga (KK). Pihaknya mengeluarkan biaya pembangunan tandon biogas mencapai Rp 10 Juta. Biogas sebagai energi alternatif pembakaran itu dihasilkan dari kotoran sapi, yang disalurkan ke kompor-kompor rumah tangga.

“Itu memang masih prototype, dalam waktu dekat kita bakal mengembangkan biogas yang bisa dimasukkan ke dalam tabung,” ujar Tyas ditemui Malang Post di peringgitan kemarin.

Wanita yang memiliki nama asli Martiani Setyaningtyas itu menambahkan, biogas sistem tabung masih dalam tahap penjajagan. Pihaknya mengaku didatangi pihak perancang yang mengaku bisa membuat biogas sistem tabung. Tawaran itu cukup menarik, karena selama ini pemakaian biogas masih langsung dari tandon besar.

“Ini bisa dikembangkan di Kabupaten Malang, tapi masih tahap perkenalan,” katanya.
Menurut Tyas, energi Biogas bisa dimanfaatkan di desa-desa yang mayoritas penduduknya memiliki ternak sapi. Seperti desa-desa di kecamatan Jabung, Pujon dan sebagainya.

“Desember mendatang program ini akan kita kaji lebih dalam, PKK sudah menjalin kerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi,” imbuhnya.

Wanita asal Kelurahan Turen itu menerangkan, kerjasama bersama Balai Pengkajian itu berawal dari pertemuan di Desa Wonosari. Balai Pengkajian telah menerapkan teknologi Biogas melalui sistem plastik. Menurut Tyas, melalui modifikasi itu, biaya pembuatan tandon mampu ditekan hingga Rp 2 Juta.
“Dengan biaya Rp 2 Juta, produksi dari balai tekhnologi mampu dipakai 5 – 10 KK, perawatannya lebih mudah,” pungkasnya.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s