Quick Count Tak Menguntungkan KPU

Maraknya proses penghitungan cepat atau quick count, ternyata tidak selalu bermanfaat. KPU Kota Malang menganggap adanya penghitungan cepat yang dilakukan lembaga-lembaga penghitungan independen dapat membuat suasana Pilgub menjadi tidak kondusif, terutama di tingkat daerah.

Anggota KPU Kota Malang, Suwarno mengatakan, keberadaan lembaga penghitungan independen memang banyak membantu masyarakat. Berkat adanya quick count ini, masyarakat dapat mengetahui hasil perolehan suara sementara kedua calon dengan cepat. Bahkan di hari pemilihan itu juga.
Sayangnya, keberadaan quick count ini bisa dimanfaatkan oleh kubu tertentu untuk menggelembungkan suara. Apalagi melihat hasil quick count yang selisih suaranya sangat tipis.

“Keberadaan penghitungan cepat seperti itu, bisa dimanfaatkan oleh salah satu kubu yang bertarung untuk menggelembungkan suara. Begitu melihat hasilnya terpaut tipis, bukan tidak mungkin timbul niat jahat. Kubu yang tertinggal akan berjuang untuk menambah suara mereka agar bisa menyalip perolehan suara lawannya atau bisa jadi kubu yang menang berupaya untuk menjaga keunggulan suaranya. Kalau sudah seperti ini, otomatis suasana penghitungan di daerah-daerah akan menjadi tidak kondusif,” ungkap Suwarno pada wartawan di kantor KPU Kota Malang, siang kemarin.

Kans terjadinya penggelembungan suara yang paling besar adalah penghitungan di tingkat kecamatan. Pasalnya dalam tiga hari ini, yakni 5-7 November, proses penghitungan dilakukan di tingkat kecamatan. Melihat hasil quick count, pasangan calon tertentu bisa saja langsung memerintahkan orang-orangnya untuk bergerilya ke PPK-PPK agar perolehan suaranya bisa naik. Dengan selisih yang tipis ini, berapa pun hasil tambahan suara pasti akan sangat berpengaruh untuk pasangan tersebut.

Suwarno menjelaskan, kalau nantinya terjadi hal seperti ini, maka pihak yang paling disalahkan oleh masyarakat maupun pasangan calon yang kalah pasti KPU. Karena alasan itu, KPU Kota Malang sangat tidak menyetujui kehadiran lembaga-lembaga quick count. “Saya rasa yang tidak setuju bukan hanya KPU Kota Malang. KPU di daerah lain, maupun provinsi sekalipun pasti akan berkata sama dengan saya,” imbuhnya.

Mengenai kecurangan-kecurangan yang terjadi saat penghitungan suara di tingkat TPS, Suwarno memastikan tidak akan terjadi kecurangan. Pasalnya, penghitungan di tingkat TPS dilakukan secara terbuka. Bukan hanya dilakukan oleh KPPS, tetapi juga dipantau saksi kedua kubu, kepolisian, dan panwas. Tak ketinggalan masyarakat sekitar yang turut menyaksikan proses penghitungan suara. (nda/udi) (Adinda Zaeni/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s