Musim Hujan Datang, Pupuk Menghilang

Masuk musim penghujan, kelangkaan pupuk di Dusun Sukorejo, Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, mulai dikeluhkan petani. Pasalnya sejak beberapa minggu terakhir, pasokan pupuk di kawasan itu hampir tidak ada. Sedang para petani sudah mulai menyemai berbagai jenis benih tanaman di lahan tadah hujan (tadahan).

Langkanya pupuk jenis orea dan ZA itu mulai dirasakan petani sejak hujan mulai turun. Mereka harus pontang-panting mencari ke luar desa. Sedangkan di kios resmi pupuk yang memasok pada Kelompok Tani (Poktan) Makmur II selalu terlambat. Bahkan lebih banyak kosongnya.

Karena itu, Rokib, ketua Poktan Makmur II, minta agar masalah kelangkaan pupuk di wilayahnya segera diperhatikan. Kalau tidak, berbagai macam tanaman yang sudah mulai dilakukan penyemaian akan terancam gagal panen. “Kalau tidak ada pupuk jelas akan gagal panen. Sekarang waktu yang tepat untuk bercocok tanam,” kata Rokib saat dihubungi kemarin.

Rokib menjelaskan, pada musim tanam kali ini, kebutuhan pupuk yang harus disiapkan mencapai 50 ton. Pupuk tersebut untuk memenuhi kebutuhan tanaman lebih dari 100 hektare. Kalau tidak segera ada tindakan dari pemerintah, petani tidak bisa mendapatkan hasil maksimal. Mengingat, pupuk yang didapat para petani sekarang ini hampir sebagian besar tidak bersubsidi.

Kondisi itu membuat para petani sekarang mulai menggadaikan kendaraannya agar mendapatkan pupuk dengan harga mahal karena tidak bersubsidi.

Karena itu, Rokib minta agar kios sebagai penyalur resmi Poktan Makmur II segera menyalurkan. Kalau memang tidak ada pasokan segera mengajukan kepada pemerintah. Agar pemerintah segera tanggap dan segera mendapat pasokan pupuk.

Kadisperindag Pasar Kabupaten Malang Syakur Kullu mengatakan, tim pemantau pupuk dan pestisida (TPP) sudah turun langsung. Hasilnya, memang ada kecamatan yang jatah pupuknya sudah habis, tapi ada juga yang belum habis.

Menurut dia, ini menjadi pemikiran tersendiri untuk mengevaluasi proses distribusinya. “Kami akan berkoordnasi dengan dinas pertanian untuk masalah ini,” ujarnya.

Menurut dia, disperindag hanya bertugas mendistribusikan, sedangkan data kebutuhan pupuk di tiap kecamatan berdasarkan pemetaan dari dinas pertanian.

Kepala Dinas Petanian Kabupaten Malang Purwanto menyampaikan, memang secara umum kebutuhan pupuk di Kabupaten Malang masih kurang. Dengan begitu wajar saja jika pada masa tertentu ada beberapa daerah yang kekurangan pupuk. Namun, untuk mendistribusikan pupuk di kecamatan yang berlebih ke daerah yang kurang harus ada aturan yang baru. “Karena untuk jatah pendistribusian pupuk bersubsidi di tiap kecamatan itu sudah sesuai dengan SK bupati,” jelasnya.

Menurut dia, jika ada keinginan untuk mendistribusikan daerah yang lebih, maka harus ada pengajuan baru lagi ke bupati. Untuk upaya tersebut juga membutuhkan proses yang tidak cepat.

Purwanto mengatakan, sistem distribusi tahun ini masih seperti itu. Tapi tahun 2009 nanti distribusi pupuk berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diusulkan dari masing-masing kecamatan. “Selain itu pendistribusiannya wajib lewat kelompok tani,” jelasnya. Dia yakin cara tersebut akan meminimalisasi munculnya persoalan distribusi pupuk tersebut. (bb/lid/war/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s