Perjalanan Panjang Menikmati Manisnya Hasil Sertifikasi

Sudut pandang seorang guru, adalah profesi kelas dua dengan gaji seadanya, tampaknya harus dihilangkan. Bagaimana tidak, jika seorang guru berhasil lulus sertifikasi, gaji dia sudah mencapai lebih dari tiga kali upah minimum kota.

Oemar Bakri 40 tahun mengabdi, jadi guru jujur berbakti memang makan hati, Oemar Bakri banyak ciptakan menteri ..profesor Insinyur pun jadi.. Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri.
Lagu populer berjudul Oemar Bakri yang dibawakan Iwan Fals itu, kini seolah terbantahkan. Gaji guru kini besarnya tidak kalah dengan gaji para profesional lainnya. Karena sudah dihargai layaknya profesi dokter juga insinyur.

Angin surga itu pun sudah dirasakan guru di Kota Malang. Kabar gembira itu kemarin disampaikan Kabid Fungsional Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah.

Di Kota Malang, pencairan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) pencairannya tergolong lebih cepat. Bahkan dari total peserta sertifikasi guru tahun 2006 dan 2007 sejumlah 714 orang guru dari total 1.105 sudah menikmati insentif sebesar satu kali gaji itu.

‘’Di Kota Malang, untuk peserta sertifikasi tahun 2006 dan 2007, semua guru PNS sudah menandatangani surat pertanggung jawaban (SPJ). Artinya 100 persen peserta sertifikasi PNS sudah menikmati insentif itu,’’ ungkapnya.

Kegembiraan ini juga akan segera dirasakan 391 guru swasta yang sudah dinyatakan lulus sertifikasi 2006 dan 2007. Tinggal menunggu proses pengurusan impassing atau surat pengakuan sama antara guru swasta dan PNS, maka insentif itu pun akan segera bisa dinikmati para guru ini.

Salah satu peserta sertifikasi tahun 2007 yang sudah menikmati tunjangan, Sumaryono menuturkan, tunjangan yang didapatkan menuntut profesionalisme kinerja guru.

Sebab dari dulunya ia hanya menikmati gaji Rp 27.500 pada tahun 1981, kini insentifnya saja sudah mencapai Rp 5.345 juta dalam tiga bulan. Belum gaji bulanan yang juga masih diatas Rp 1 juta. Paling tidak tiap bulan gaji yang dinikmati bisa mencapai Rp 3 jutaan, atau lebih dari tiga kali upah minimum kota.

‘’Yang pasti guru harus lebih baik dari sebelumnya, lebih profesional dan lebih loyal,’’ ungkap guru SMPN 3 Malang yang sudah 29 tahun mengabdi di dunia pendidikan ini.

Kalau Sumaryono di golongan IVA bisa hidup lebih, tak jauh beda dengan guru yang ada di golongan IIIA dan sudah lulus sertifikasi. Seperti Winarto misalnya. Guru SDN Dinoyo III ini kini bisa menikmati tunjangan sebesar Rp 1,2 juta per bulan. Tentu saja belum ditambah dengan gaji bulanan sebagai PNS.

Pria yang lulus sertifikasi pada tahun 2006 ini mengaku cukup bangga dengan penghargaan yang diberikan pemerintah untuk guru ini. ‘’Senang sekali waktu terima pencairan, tapi baru satu kali cair. Bulan berikutnya masih belum, mulai Januari sampai sekarang belum cair,’’ ungkapnya.

Diakuinya, bertambahnya penghasilan ini tentu menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Karena penerimanya sudah dinyatakan sebagai guru profesional, sehingga dituntut menguasai kompetensi, bertanggung jawab melaksanakan kompetensi sebaik-baiknya.

Soal gaya hidup, menurutnya tak terlalu banyak berubah. Karena sebenarnya tunjangan yang diterima jika dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekarang tergolong pas-pasan.

‘’Tergantung yang bersangkutan. Kalau mau merubah pola hidup ya bisa saja. Tapi bagi saya itu bisa menyakiti teman-teman yang belum merasakan sertifikasi ini,’’ tutur pria yang pernah mendapatkan predikat juara tiga Guru Berprestasi Tingkat Nasional ini. (lailatul rosida) (rosida/malangpost)

1 Komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

One response to “Perjalanan Panjang Menikmati Manisnya Hasil Sertifikasi

  1. masedlolur

    demikianlah guru PNS
    selamat, selamat dan bersyukurlah.

    tapi,

    di sisi lain ada juga guru swasta yang juga sudah lulus sertifikasi 2007 yang terus nunggu-nunggu hasil impassing, tiga bulan sudah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s