Biaya Konstruksi Ikut Naik

Krisis ekonomi global juga mempengaruhi dunia konstruksi karena banyak komponen dan bahan konstruksi yang dibeli dari luar negeri dengan menggunakan mata uang US Dollar (USD). Akibatnya, biaya pelaksanaan konstruksi pun naik drastis. Demikian diungkapkan Eddy Wahyono, Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Malang.

“Krisis global tentu sangat berpengaruh, apalagi rupiah menjadi sangat fluktuatif dan sering melemah,” katanya kepada Malang Post.

Untuk itulah, di tengah kondisi saat ini pengusaha konstruksi harus pandai menyiasati pekerjaan dengan melakukan efisiensi. “Bukan bahannya yang dikurangi, tapi pengusaha harus benar-benar disiplin dengan waktu pengerjaan. Jika dalam rencana awal pengerjaan bisa diselesaikan dalam dua, tiga bulan, ya harus selesai tepat waktu. Jangan sampai molor, sehingga semakin membuat biaya membengkak,” jelas Eddy.

Kenaikan harga bahan bangunan, lanjut Eddy, mau tidak mau harus ada revisi kontrak dengan pemerintah atau end user, disesuaikan dengan budget. “Pekerjaan disesuaikan dengan harga atau dana yang ada. Mungkin akan ada pengurangan beban pekerjaan,” ungkapnya.

Kepada Malang Post, Eddy juga menyayangkan penyerapan belanja APBN 2008 yang baru terserap 50 persen hingga Oktober kemarin. “Sisa waktu dua bulan, untuk menghabiskan dana yang 50 persen lagi? Saya rasa hasilnya akan kurang optimal. Seharusnya penggunaan dan pembelanjaan dana APBN benar-benar disesuaikan dengan rencana yang sudah disusun,” kata pria yang hobi naik motor gede (moge) ini.

Terkait dengan konstruksi, dalam sisa waktu menjelang tutup tahun, juga sangat tidak mungkin pemerintah membuka tender pengerjaan proyek. “Waktu membuka tender, pendaftaran, hingga pengerjaannya tak akan cukup. Sebenarnya sangat sayang sekali,” tambah pria yang masuk dalam daftar calon legislatif dari Partai Hanura ini.

Tahun depan, Eddy berharap pemerintah lebih fair dalam membuat kontrak dengan pengusaha konstruksi. “Sebab ada kenaikan di semua sektor, bahan, upah, transportasi, dan banyak lagi,” pungkasnya.(han) (Redaksi/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s