Kanjuruhan Sabhawana III Jual Potensi Wisata Malang Selatan

sabhawana-iiSukses memperkenalkan track gila di Pegunungan Malang Barat di Kanjuruhan Sabhawana Trail Adventure II (KASATA II) tahun 2007 lalu. Kali ini, Pemkab Malang dipastikan “menjual” potensi wisata Malang Selatan (Malsa), mulai dari pantai Licin hingga Sipelot. Para Off roader bakal diajak menyusur pantai, menrabas sungai dan menjejak terjalnya track di pegunungan kapur Malsa.

Sesuai nama acaranya, Trail Adventure milik Pemkab Malang ini, berusaha mengajak peserta mencumbui konsep Sabhawana, sobo alas alias menjamah hutan belantara lewat trail. Dipastikan, roda-roda liar motor berpower raksasa itu bakal menjejaki hutan rimba yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Hamparan samudera yang berujung di Negara Australia, yang jauhnya mencapai ribuan mil laut.

“Jumlah peserta KASATA III kali ini tercatat 400 off roader, 100 peserta lokal dan selebihnya dari luar daerah. Hampir seluruh Kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, yang luar pulau diantaranya Kalimantan, Sumatera dan Bali,” urai Kepala Dinas Pemuda da Olahraga Kabupaten Malang Bambang Ismujoko kepada Malang Post.

Menurut Joki, sapaan akrabnya, ratusan peserta itu merupakan penggila jalur becek dari berbagai tim. Malah, permulaan adventure hari ini, diperkirakan menjadi arena adu cepat dan adu “beringas” antara Wakil Bupati dua daerah. Yakni Wakil Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman dan Wakil Bupati Malang Rendra Kresna.

“Saya akan memakai Moto Trail KTM 400 cc, percepatan 4 langkah, posturnya tinggi,” kata Wakil Bupati Malang Rendra Kresna dalam suatu kesempatan.

Sementara itu, jalur Kasata III kali ini diperkirakan menempuh jarak sekitar 235 km. Meliputi track awal Kepanjen-Lebakharjo sepanjang 115 km dan track kedua Lebakharjo – Wendit sepanjang 120 km. Pada pembukaan adventure, para off roader dipastikan menrabas tiga sungai, di Ampelgading, Tirtoyudo.

Bahkan, panitia Kasata III sempat menceritakan bahwa para off roader yang kurang berpengalaman bisa jadi menuntun kendaraan mereka. Lintasan sungai itu masih belum ada apa-apanya dibanding terjalnya track tanjakan. Di Gunung Tumpakisis misalnya, off roader bisa ‘mencumbui’ lintasan meninggi dengan sudut kemiringan sekitar 75 derajat.

Namun sebelum sampai di Tumpakisis, mereka bakal dimanjakan single track yang membutuhkan ketrampilan berkendara. Pada jalur tunggal itu para off roader bisa memacu kendaraan secepatnya, asal memiliki skill advance atau level experience.

Biasanya, jalur ‘maut’ seperti itu dilibas oleh off roader dari Kalimantan. Pasalnya, mereka telah terbiasa dengan lintasan di hutan-hutan dengan tekstur tanah gambut. Apalagi, kondisi hutan di Kalimantan meski banyak ‘yang telah hilang’, tentu amat berbeda kontur hutan di Jawa.

Pada Kasata II lalu, sebanyak 378 off roader diwajibkan menempuh track di Gunung Kawi. Bahkan, para off roader dibuat takluk oleh Gerojokan Sewu, sebuah air terjun di pinggir Sungai Konto. Di jalur itu, off roader harus bahu-membahu ‘mengerek’ tunggangan mereka, satu persatu.(bagus ary wicaksono/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang, Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s