Kuota CTKI Korea 9500 Orang

Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Drs Wayan Mandi MM (tengah) didampingi anggota DPR-RI Syaiful Maksum (dua dari kiri) dalam sosialisasi Calon TKI Korea di Aula STIT Raden Rahmat, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Drs Wayan Mandi MM (tengah) didampingi anggota DPR-RI Syaiful Maksum (dua dari kiri) dalam sosialisasi Calon TKI Korea di Aula STIT Raden Rahmat, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Persaingan Calon TKI (CTKI) tujuan Korea tahun 2008 ini bakal berlangsung dengan ketat. Pasalnya, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memastikan, Pemerintah Korea memberi kuota pengiriman TKI tahun 2008 sebanyak 9.500 orang.
Sehingga, Pemerintah Indonesia mempunyai kewajiban memberi bekal pengetahuan kepada para calon TKI.

Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Drs Wayan Mandi MM mengatakan dari 14 negara pengirim TKI tujuan Korea, Indonesia masih menduduki ranking I. Menurut Wayan, belasan negara itu mendapat kuota sejumlah 120 ribu orang tenaga kerja saja. Jika dibagi secara merata, maka masing-masing negara hanya mendapat jatah tenaga kerja sebanyak 8500 orang.

“14 negara itu diantaranya Vietnam, Filipina, rankin Indonesia masih nomer satu. Hal itu berdasarkan kualitas lulusan dan jumlah penempatan tenaga kerja,” terang Wayan sebagai pembicara Sosialisasi Penempatan C-TKI Korea di aula STIT Raden Rahmat, kemarin.

Pria ramah itu menambahkan, tahun 2007 lalu, Pemerintah Indonesia hanya mendapat kuota sebanyak 5000 orang. Peningkatan kuota C-TKI pada tahun ini tak lepas dari kualitas C-TKI yang diatas rata-rata. Hanya saja, seperti tahun sebelumnya, sektor kerja tahun 2008 ini masih pada dua bidang yaitu manufaktur dan fishing (perikanan).

“Tahun 2009 nanti kuota bakal meningkat antara 11 ribu hingg 12 ribu, kita juga mendapat tambahan dua sektor kerja yaitu konstruksi dan perhotelan non front office,” imbuhnya.

Menurut Wayan, syarat utama C-TKI Korea yaitu sehat jasmani, pendidikan minimal SLTP dan lulus tes speaking dan listening bahasa Korea. Namun yang terpenting, dia menghimbau agar C-TKI mengikuti pelatihan di lembaga yang baik secara kurikulum dan manajemen.

“Saat ini banyak kursus rumahan yang kurang bisa dipertanggung jawabkan. Saya kira Lembaga pelatihan yang dinaungi LPPM STIT Raden Rahmad dan LPNU Kabupaten Malang ini cukup jelas,” pungkasnya.

Sementara itu, sekitar 250 orang Calon TKI Korea didikan Pusat Pengembangan Bahasa dan Budaya LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) STIT Raden Rahmad dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Malang mengikuti sosialisasi penempatan C-TKI dengan antusias.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Kabupaten Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s