Lapangan Dau Diincar Jadi Supermarket

Rombongan investor Jepang saat meninjau rencana lokasi supermarket di lapangan Desa Mulyoagung Kecamatan Dau, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Rombongan investor Jepang saat meninjau rencana lokasi supermarket di lapangan Desa Mulyoagung Kecamatan Dau, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Salah satu fasilitas umum (Fasum) di Kecamatan Dau bakal beralih fungsi. Yakni lapangan Desa Mulyoagung di Kecamatan Dau bakal disulap menjadi supermarket. Rencana itu bakal terwujud jika pendekatan yang dilakukan Senior Managing Director Valor Co Ltd, Jepang, Atsuyuki Kawano ke Wakil Bupati Rendra Kresna kemarin berhasil.

Apalagi dalam kesempatan kemarin rombongan calon investor Jepang itu langsung meninjau ke Lapangan Desa Mulyoagung didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Purnadi.

Dalam kunjungannya kemarin Atsuyuki Kawano didampingi Director Merchandising Valor Co Ltd, Kazuhiro Suzuki, Advisor Chubu Foods Co Ltd, Yasuaki Hirai, Presiden Direktur Venoyama City Planning Co Ltd Susumu Venoyama dan President Nikisae Japan Co Ltd, Shudo Nobuo.

“Kami punya 450 store di Jepang, bidang usaha kami retail farmasi dan ekspor impor. Omzet kami mencapai Rp 330 Miliar Yen (setara Rp 330 Triliun) per tahun,” ujar Atsuyuki seperti diterangkan penerjemah.

Menurut Atsuyuki, investasi di Indonesia khususnya Kabupaten Malang amat menarik. Alasannya jumlah penduduk Indonesia khususnya Kabupaten Malang amat banyak. Angka tersebut dinilai mempunyai segi konsumsi yang cukup tinggi untuk Supermarket di bidang retail.

“Dau ini adalah daerah yang cukup strategis berada di perbatasan Kota Malang dan Batu. Yang terpenting Dau jauh dari pasar tradisional,” ujar Wakil Bupati Rendra Kresna kepada Malang Post usai menerima kedatangan rombongan.

Rendra amat mendukung penjajagan investasi dari Valor Ltd, dengan syarat tidak membunuh pasar tradisional. Untuk itu dia meminta Dinas Perdagangan Perindustrian dan Pasar memastikan agar investasi itu tidak membunuh UMKM dan pasar tradisional.

Selain pertimbangan nilai investasi dan jauh dari pasar tradisional, alasan Rendra menerima rencana investasi yang mengorbankan ruang public itu adalah penyerapan tenaga kerja. “Investasi ini bisa menyerap tenaga kerja yang banyak, disamping itu kita bisa mendapat teknologi di bidang retailer. Dan ini sangat bagus untuk perkemangan Kabupaten Malang ke depan,” pungkas Rendra.(ary/eno)
(Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s