Pengolahan Gas Metan di TPA Supit Urang

Peletakan batu pertama pembangunan laboratorium penangkapan gas metan di TPA Supit urang kemarin. (VANDRI VAN BATTU/MALANG POST)

Peletakan batu pertama pembangunan laboratorium penangkapan gas metan di TPA Supit urang kemarin. (VANDRI VAN BATTU/MALANG POST)

Pengolahan gas metan di TPA Supit Urang dimulai. Ini ditandai dengan pembangunan laboratorium penangkapan gas metan di TPA seluas 15 Ha itu , kemarin siang. Pembangunan laboratorium ini sekaligus mencatatkan Kota Malang sebagai kota pertama di Indonesia yang mulai mengolah gas metan.

Pembangunan laboratorium itu merupakan hasil kerjasama antara Universita Muhammadiyah Malang (UMM), Pemkot Malang dan BGP Engineer, Belanda. Kemarin, peletakan batu pertama pembangunan laboratorium dimulai. Rencananya, sudah selesai Februari tahun depan dan langsung dioperasionalkan. Laboratorium ini sekaligus cikal bakal pemanfaatan gas metan menjadi tenaga listrik. Pemanfaatan gas metan yang berasal dari sampah menjadi sumber listrik rencananya direalisasi tahun depan.

Ir A Fauzan MT, anggota tim laboratorium penangkapan gas metan dari UMM menjelaskan, laboratorium yang mulai dibangun berukuran 6 x 6 meter. Bentuknya memang tak besar, tapi fungsinya besar. Di bawah laboratorium kata Fauzan, akan dibor sampai kedalaman sekitar 10 meter untuk menangkap gas metan. Ada dua fungsi laboratorium itu selain sebagai tempat pembelajaran.

Fauzan menjelaskan, nantinya gas metan yang ditangkap akan dibakar menjadi Co2. Pembakaran gas metan untuk mengurangi pemanasan global. Karena gas metan 21 kali lipat dari Co2. Sedangkan fungsi lainnya yakni gas metan menggerakan generator untuk tenaga listrik. Ditahap awal disiapkan generator berbobot kecil untuk menggerakkan generator sehingga menghasilkan listrik.

Tujuannya untuk pembuktian bahwa gas metan bisa menghasilkan listrik. Bila pengolahan gas metan menjadi listrik sudah berjalan maksimal, akan bekerjasama dengan PLN untuk mengoneksikan arus listrik ke jaringan PLN. Kalau dihitung pengelolaan gas metan, untuk lokasi seluas 5 Ha saja, bisa menghasilkan gas metan sebanyak 118.234.147 meter kubik per tahun. Jumlah gas metan sebanyak ini, bisa menghasilkan listrik sebanyak 5.560.000 Kwh pertahun atau 463.334 Kwh per bulan. Daya listrik yang dihasilkan bisa mencapai nilai Rp 2.324.000.000 per tahun.

Direktur BGP Engineer, Belanda, Wim Maaskant mengatakan, saat ini pembangunan laboratorium itu masih berskala kecil. Jumlah dana yang dikeluarkan Belanda untuk membangun laboratorium lengkap dengan peralatan pendukungnya sekitar 50 ribu sampai 100 ribu dolar. “Ini masih skala kecil, kalau ini sukses akan dilanjutkan lagi,” jelas Wim.

Sementara itu, Direktur CEERD FE UMM, Prof Dr Laode M Kamaluddin MSc, mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan laboratoriun penangkapan gas metan di TPA Supit Urang, kemarin merupakan gerakan baru dan langkah riil menurunkan pemanasan global. Gerakan itu kata dia dimulai dari Kota Malang.

PR I UMM, Prof Dr Sujono MKes mengatakan, laboratorium yang mulai dibangun kemarin itu merupakan satu-satunya di Indonesia. Ini sekaligus menjadi kebanggaan Kota Malang.

Sementara itu Wali Kota Peni Suparto mengatakan, pengolahan gas metan yang dimulai dari Malang merupakan upaya konkret untuk mengurangi pemanasan global. “Sampah merupakan salah satu penyumbang pemanasan global terbesar karena gas metan. Hari ini kita sudah mulai mengurangi pemanasan global,” pungkasnya.(van/lim) (Vandri van Battu/malangpost)

Iklan

3 Komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

3 responses to “Pengolahan Gas Metan di TPA Supit Urang

  1. Dahsyat!!
    sudah lama saya mencari berita ini.
    Bagaimana caranya supaya bisa dapat up-date info ttg berita ini ya?

  2. sony

    Dahsyat!!
    Gimana caranya bisa dapet up-date info ttg berita ini ya?

  3. Meidiana

    Saya sedang studi S3 di TU Graz, Austria: topik saya kebetulan ttg emisi CH4 di TPA. APakah ada kemungkinan saya menggunakan TPA Supit Urang sebagai studi kasus, melalui kerjasama dengan UMM, BGP Engineer dan Pemkot Malang? Thanks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s