Agar SPP dan SBPP Tidak Jadi Bola Liar, Perlu Diterbitkan Pedoman

Keputusan Diknas Kota Malang yang sebatas mengimbau agar sekolah menggratiskan SPP (sumbangan penyelenggaraan pendidikan) dan SBPP (sumbangan biaya pengambangan pendidikan) dinilai lemah untuk ditaati sekolah standar nasional (SSN).

Sebab, dengan kebijakan yang sifatnya imbauan, bukan instruksi, maka sekolah SSN akan tetap menarik biaya pendidikan dari masyarakat. Bisa jadi, besarannya tidak akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Padahal, kata dia, PP 48/2008 telah menegaskan, sekolah SSN atau di bawahnya, tidak boleh menarik SPP dan SBPP. Pemerintah wajib menanggung semua biaya operasional, biaya investasi dan biaya pribadi peserta didik.

“Kalau seperti itu dinaikkan hingga berapa pun angka BOS dari pemerintah pusat, tidak berpengaruh banyak bagi masyarakat secara langsung,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Taufik Bambang DHT, kemarin. Sekolah SSN akan tetap menarik SPP dan uang gedung tinggi karena tidak wajib gratis. “Akibatnya masyarakat masih merasa pendidikan itu mahal,” ungkap dia.

Anggota komisi bidang kesra dan pendidikan ini juga mengkritisi rencana diknas menyerahkan sepenuhnya penentuan besaran SPP dan SBPP kepada sekolah masing-masing. Rencana itu berpotensi memicu masalah di masyarakat. Sebab, sekolah bisa bertindak seenaknya dan tidak terkontrol.

Apalagi, hingga kini diknas tidak mengeluarkan sebuah SK pedoman penggunaan dana SPP dan SBPP. Sehingga, untuk apa saja dana SPP dan SBPP digunakan, tidak ada panduannya.

“Sekolah tak memegang satu pedoman pun. Diknas juga tidak membuatkannya. Kalau kondisinya seperti itu, kami yakin kebijakan penambahan anggaran pendidikan tak sampai dirasakan masyarakat. Sekolah tetap mahal dengan kualitas yang begitu-begitu saja,” ungkap politisi Golkar ini. “Bisa-bisa jadi bola liar yang tidak terkendali,” imbuh politisi Golkar ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, realisasi pendidikan gratis di Kota Malang mulai 2009 tergantung kesepakatan masing-masing sekolah bersama orang tua wali murid. Pemkot Malang bersama Diknas Kota Malang sebatas mengimbau penggratisan biaya pendidikan di jenjang SD, SMP dan SMA/SMK. Diknas tidak memaksa semua sekolah menggratiskan biaya pendidikannya.

Padahal, pemerintah pusat telah menaikkan besaran BOS hingga 50 persen lebih. Diknas memandang kenaikan itu tidak serta merta membuat biaya pendidikan gratis.

Terkait dengan kekhawatiran itu, Bambang mengajukan solusi. Yakni diknas harus membuat pedoman penggunaan dana SPP daN SBPP terlebih dahulu. Setelah itu, baru memberi kebebasan kepada sekolah. Pedoman bisa menyerupai pedoman penggunaan BOS yang diterbitkan pemerintah pusat. Dengan pedoman itulah, rambu-rambu untuk sekolah dalam menggunakan SPP dan SBPP tercantum.

“Saya yakin, kalau dilepas dan hanya mengandalkan kesepakatan, runyam. Sekolah bisa berlomba-lomba menaikkan SPP daN SBPP-nya dengan alasan kemajuan. Padahal tidak ada pedoman dan indikatornya,” Bambang menggambarkan kecemasannya.

Penilaian pesimistis juga datang dari kalangan guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Solidaritas Guru (Fokus Guru) Kota Malang. Menurut Gogok Rahmad Basuki, Ketua Fokus Guru, sekolah gratis bisa terwujud kalau pemerintah menanggung penuh semua biaya yang diperlukan sekolah. Kalau tidak, maka sulit untuk menjadikan semua sekolah gratis. “Kami rasa kok tidak mungkin semua sekolah jadi gratis di Kota Malang ini,” katanya.

Kalau toh gratis, maka bisa diberlakukan untuk SD dan SMP non SSN. Untuk tingkat SMA, sulit sekali untuk digratiskan. “Saya pikir masih jauh kalau mau semua sekolah gratis,” katanya. (yos/lia/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s