Eks Cawali Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi

Tim penyidik Kejari Malang mulai memanggil anggota DPRD Kota Malang dalam pekan ini. Pemanggilan wakil rakyat yang sudah diizinkan Gubernur Jatim itu terkait pengungkapan dugaan korupsi anggota dewan sebesar Rp 4 Miliar pada 2004 lalu.

Rabu (12/11) besok, giliran pertama yang diperiksa yakni R Aries Pudjangkoro. Mantan calon wali kota (cawali) itu diperiksa sebagai saksi karena menjabat sebagai sekretaris panitia anggaran dewan 2004 lalu.

‘’Surat untuk Pak Aries sudah kami kirim. Rabu langsung pemeriksaan sebagai saksi,’’ jelas Ramli M, CH SH, anggota tim penyidik Kejari Malang untuk kasus dugaan korupsi dewan saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin siang.

Rencananya, lanjut Ramli, Kamis (13/11) langsung dilanjutkan pemeriksaan Ahmad Fauzan. Namun karena mantan panitia anggaran itu naik haji, pemeriksaan pun ditunda dulu.

Aries diperiksa terkait kapasitasnya sebagai sekretaris panitia anggaran dewan saat terjadi kasus dugaan korupsi dewan. ‘’Sebagai sekretaris, yang bersangkutan mengetahui tentang penyusunan anggaran,’’ kata Ramli.

Lebih lanjut, jaksa fungsional Kejari Malang ini mengatakan, sejumlah pertanyaan sudah disiapkan. Hanya saja dia enggan memberi penjelasan tentang pertanyaan yang akan ditanyakan kepada Aries. ‘’Ini rahasia penyidikan,’’ ucapnya.

Kejari Malang berharap dari saksi Aries, dugaan korupsi yang melibatkan dewan dan sudah ditetapkan dua tersangka, masing-masing H Agus Sukamto dan HA Zainuri semakin terungkap.

Lantas bagaimana tanggapan Aries? Sampai berita ini diturunkan, Aries yang juga ketua DPD II Partai Golkar Kota Malang ini belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melalui ponselnya juga tak ada jawaban.

Tapi Ramli percaya anggota dewan akan menghadiri panggilan Kejari Malang. Dia yakin pula bahwa para wakil rakyat itu akan bersikap kooperatif saat pemeriksaan.

Secara terpisah, H Agus Sukamrto mengaku belum menerima surat pemanggilan dari Kejari Malang. Namun demikian, Agus siap memenuhi panggilan penyidik kejaksaan.

Saat tiba gilirannya dipanggil penyidik kejari, Agus memastikan akan memberi penjelasan yang sebenarnya. Agus mengaku dirinya siap saja dipanggil, hanya saja ia merasa dalam hati kecilnya kurang puas.

Dijelaskannya, di dewan Agus yang kala itu menjadi ketua panitia anggaran mengaku hanya sebagai pembuat anggaran saja. Sedangkan dalam menjalankan APBD, ada tiga tahapan yakni tahapan pembuatan, tahap pelaksanaan dan tahap pertanggungjawabannya.

‘’Saya ini hanya bagian terkecil saja. Pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran ada tidak ada pada saya,’’ katanya. Menurut dia, mestinya kepala daerah juga ikut bertangungjawab.
Ternyata Agus sudah mengembalikan dana yang kini sedang dipersoalkan itu. Jumlah yang sudah dikembalikan sekitar Rp 109 juta. ‘’Saya cicil mulai 2005 sampai Juli 2008,’’ jelasnya. (van/avi)
(Vandri van Battu/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s