Mahasiswa Unikan Angkat Senjata

Suasana perang ala mahasiswa Unikan dalam memperingati 10 November yang melibatkan ratusan mahasiswa. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Suasana perang ala mahasiswa Unikan dalam memperingati 10 November yang melibatkan ratusan mahasiswa. (Lailatul Rosida/Malang Post)

Nuansa heroik penuh dengan patriotisme menyeruak dalam Peringatan momen 10 November di Universitas Kanjuruhan (Unikan) Malang kemarin. Saat ratusan mahasiswa terlihat mengangkat senjata dan dengan penuh semangat menurunkan kibaran bendera biru yang melekat pada bendera merah putih di atas Hotel Yamato.

Suasana berubah hiruk pikuk saat pihak Belanda menembakkan senjata ke arah para pemuda yang terus menaiki tiang bendera. Teriakan perjuangan Merdeka. Merdeka. Merdeka.. terus diteriakkan para pejuang. Hingga akhirnya bendera biru pun berhasil dirobek dan berkibarlah Sang Merah Putih.

Begitulah suasana pagi 10 November di Unikan kemarin. Aksi teatrikal itu selalu disuguhkan setiap kali Peringatan Hari Pahlawan. Hanya saja, dengan semangat dan penyutradaraan yang berbeda.

Menurut Sutradara sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unikan, Darmanto, rekronstruksi peristiwa 10 November tentu hal yang amat sulit. Tapi, dengan semangat besar mahasiswa, adegan yang ditampilkan menjadi sangat menyentuh.

“Ini menurut saya adalah bukti bahwa nasionalisme dan patriotisme tetap tumbuh pada jiwa anak muda. Buktinya, mereka begitu apik memainkan tokoh pejuang ini,” ungkapnya bangga.

Pria yang juga anggota perkumpulan Putra-putri Mastrip itu menuturkan, keterlibatan 200 mahasiswa ini menunjukkan semangat mereka untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Begitu pun dengan semangat untuk menyiapkan beragam kelengkapan dan juga kostum. Mulai dari menyewa becak, hingga baju adat. Walaupun tidak maksimal dalam hal make up dan busana. Sebab masih ada yang memakai celana jeans, dan kerudung masa kini. Selain itu, tim mahasiswa juga kesulitan mencari seragam tentara Belanda yang cirinya tutul bukan loreng.

“Tiap tahun pementasannya memang sama, tapi dengan jalan cerita yang berbeda. Kalau tahun lalu kita memakai dokar tahun ini ada becak. Even ini ternyata sangat ditunggu oleh mahasiswa, bahkan yang alumni masih banyak yang menanyakan,” tuturnya. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s