Pembangunan Jembatan Kali Lanang Rampung

Warga Dusun Ngujung Desa Pandanrejo menggelar selamatan selama dua hari atas selesainya pembangunan Jembatan Kali Lanang. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Warga Dusun Ngujung Desa Pandanrejo menggelar selamatan selama dua hari atas selesainya pembangunan Jembatan Kali Lanang. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Masyarakat Dusun Ngujung Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji tidak sabar menunggu ketidapkastian peresmian jembatan Kali Lanang yang telah rampung beberapa waktu lalu. Meski belum diresmikan, warga menggelar syukuran dan selamatan selesainya pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran Rp 14 miliar lebih itu.

Selamatan di gelar di jembatan baru dan di lokasi jalan jembatan lama yang telah ditutup. Selamatan digelar selama dua hari. Pembukaan selamatan digelar dengan istighotsah, pembacaan salawat dan terbang jidor yang digelar pada Minggu malam kemarin. Kemarin, digelar tumpengan yang dilanjut dengan tayuban dan malam harinya digelar wayang kulit semalam suntuk.

“Semuanya murni dari masyarakat. Karena syukuran dan selamatan digelar atas kehendak masyarakat dan sesepuh desa yang menginginkan untuk segera dilakukan selamatan. Karena pembangunan jembatan telah selesai cukup lama, meski belum diresmikan,” kata Kades Pandanrejo, Mutadi kepada Malang Post, kemarin.

Selamatan yang digelarnya bersama masyarakat tidak terkait dengan peresmian jembatan yang belum jelas kapan akan dilakukan Pemkot Batu. Sebelumnya, warga juga sudah menyampaikan keinginannya untuk segera menggelar selamatan jembatan, agar tidak ada bala atau hal-hal yang tidak diinginkan di jembatan baru.

Pasalnya, sebelum membangun jembatan Kali Lanang yang baru, warga bersama sesepuh desa sudah menggelar selamatan pembangunan jembatan. Jika saat membuka pembangunan dilakukan selamatan, maka selesainya pembangunan juga harus dilakukan selamatan. Sesuai dengan tujuannya, agar semuanya selamat.

“Kalau ada selamatan pembuka, tentunya ada selamatan penutup. Meski tidak ada dari Pemkot warga dapat melaksanakan selamatan dan syukuran selesainya pembangunan jembatan. Bahkan, ada paranormal dari Surabaya yang membantu dana untuk kegiatan itu,” ungkapnya.

Kendati telah selesai dibangun, masyarakat meminta agar lampu jembatan dapat diperbaiki dengan yang bagus. Sejak 20 hari lalu, jembatan gelap. Lampu yang ada di jembatan padam. Padahal umur jembatan baru beberapa hari lalu. Tidak hanya lampu penerangan jalan yang dikeluhkan warga, pagar pembatas yang ada di kanan-kiri jembatan juga dianggap masih berbahaya. Pagar pembatas terlihat sangat lebar dan akan sangat membahayakan anak-anak sekolah yang setiap harinya banyak melalui jembatan itu.

“Kami berharap pagar jembatan dapat lebih rapat lagi, agar tidak membahayakan anak-anak sekolah yang melintas di atas jembatan itu. Masih banyak anak-anak sekolah yang takut melintas di atas jembatan,” pungkasnya.(aim/lim)
(Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s