Pemeriksaan Heriani Gagal Lagi

Kasi Pidsus Kejari Batu, Dody Sukmono

Kasi Pidsus Kejari Batu, Dody Sukmono

Pemeriksaan tersangka kasus kelebihan dana bantuan Parpol tahun 2005, mantan Kabag Kesra Kota Batu, Heriani kembali gagal dilakukan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu kemarin. Alasannya, Heriani masih mencari kuasa hukum yang akan mendampinginya dalam perkara hukum itu.

Berbeda dengan pemeriksaan kali pertama pada pekan lalu dia hadir ke Kejari Batu, kemarin mantan Kabag Kesra itu tidak hadir secara fisik menghadap jaksa penyidik Kejari Batu. Dia hanya menyampaikan itu secara lisan melalui telepon kepada Kasi Pidsus Kejari Batu, Dody Sukmono.

“Sekitar jam 10.45 WIB, yang bersangkutan tidak bisa datang memenuhi panggilan tim penyidik. Alasannya, dia masih mencari kuasa hukum yang akan mendampinginya,” kata Dody kepada Malang Post, kemarin.

Padahal, pemeriksaan Heriani sebagai tersangka kasus kelebihan dana Banpol sangat dibutuhkan. Sejak kasus itu naik status ke tingkat penyidikan, Heriani belum pernah diperiksa sebagai tersangka kasus kelebihan dana Parpol yang dicairkannya sebanyak Rp 155 juta.

Selama ini, tim penyidik hanya memeriksa saksi-saksi, baik dari pengurus parpol yang menerima kelebihan dana, di antaranya beberapa anggota DPRD Kota Batu. Keterangan Heriani sangat dibutuhkan untuk mengkroscekkan keterangan para saksi yang telah disampaikan kepada tim penyidik.

“Kami akan memanggil kembali yang bersangkutan secara patut. Kami masih memberikan waktu tiga hari ke depan untuk mendapatkan kuasa hukum. Surat pemanggilan kembali segera kami sampaikan kepadanya,” ungkapnya.

Sebelumnya, saat Heriani datang memenuhi panggilan tim penyidik Kejari Batu, dia telah diminta paling lambat Senin kemarin, sudah dapat menunjuk kuasa hukum yang akan mendampinginya selama pemeriksaan. Sesuai dengan aturan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pasal 56, dalam hal tersangka diancam dengan pidana lima tahun atau lebih harus didampingi kuasa hukumnya. Dalam pasal 114, tersangka sebelum dimulainya pemeriksaan oleh penyidik, penyidik wajib memberitahukan kepadanya hak untuk bantuan hukum. Dalam perkaranya itu wajib didampingi oleh penasehat hukum.

“Jika sampai Kamis mendatang yang bersangkutan belum juga menunjuk kuasa hukumnya, kami akan mengambil sikap agar proses pemeriksaan dapat dilakukan dengan baik,” tegasnya.

Apakah Kejari Batu akan menunjuk kuasa hukum bagi Heriani, jika sampai Kamis mendatang belum ada juga kuasa hukum yang ditunjuknya, Dody enggan menjelaskan sikap tegas yang akan diambil Kejari Batu. Hanya saja sesuai aturan, kalau yang bersangkutan tidak dapat menunjuk kuasa hukum, negara akan menunjuk kuasa hukum baginya. Pembiayaan kuasa hukum yang ditunjuk negara sepenuhnya menjadi beban negara. “Lihat saja nanti bagaimana,” ujarnya.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Heriani mengaku masih belum menunjuk kuasa hukum yang akan mendampinginya. “Belum mas,” terangnya singkat.

Meski sebagian besar Parpol sudah mengembalikan kelebihan dana itu, Kejari tetap menyidik kasus itu. Partai yang mendapat kelebihan dan sudah mengembalikan antara lain, Partai Demokrat dana sebanyak Rp 98 juta, Partai Golkar Rp 20 juta, PDIP Rp 30 juta, PAN sebanyak Rp 25 juta dan PDS Rp 10 juta, tinggal PPP yang belum mengembalikan sebesar Rp 2 juta.(aim/lim)
(Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s