Subsidi Kedelai Segera Dicabut

Perajin tempe di Desa Panarukan Kecamatan Kepanjen, mereka terancam usahanya karena subsidi kedelai bakal dicabut.

Perajin tempe di Desa Panarukan Kecamatan Kepanjen, mereka terancam usahanya karena subsidi kedelai bakal dicabut.

Subsidi pembelian kedelai untuk 2500 perajin di Kabupaten Malang akan dicabut oleh Pemerintah Pusat akhir November mendatang. Distributor diharapkan sudah merealisasikan pasokan mereka kepada para pengrajin per tanggal 25 November nanti. Pencabutan subsidi tersebut dilakukan pada saat harga kedelai Amerika mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Pemkab Malang Syakur Kullu mengatakan pemutusan subsidi kedelai terpaksa dilakukan karena anggaran pemerintah pusat terbatas. Kata Syakur, subsidi kedelai telah diberikan kepada para pengrajin selama tiga bulan terhitung sejak bulan Agustus lalu.
“Besok (hari ini) semua distributor (ada tiga) akan kita panggil, kita harap semua menggelontor semua subsidi kepada para pengrajin,” ujar Syakur.

Menurut Syakur, total subsidi yang diberikan kepada para pengrajin mencapai 1.725 ton atau 1.725.000 kg per bulan. Pemerintah memberikan subsidi pembelian kedelai bagi para pengrajin senilai Rp 1000 per kilogram. Jika ditotal dalam nilai rupiah, maka setiap bulan pemerintah memberi subsidi sekitar Rp 1,725 Miliar.

“Distributor dikumpulkan, dan diharapkan tanggal 5 November nanti sudah bisa menyetor laporan realisasi mereka,” terang Syakur.

Syakur membenarkan bahwa harga kedelai Amerika tengah mengalami trend kenaikan belakangan ini. Beberapa minggu lalu, harga kedelai berkisar Rp 6300 per kilogram, sekarang bisa mencapai Rp 6500 hingga Rp 6.600 per kilogram. Dengan harga tersebut maka para pengrajin mampu membeli kedelai seharga Rp 5500 hingga Rp 5600 per kilogram.

“Kita tidak tahu kapan subsidi tahap selanjutnya akan diberikan, itu menunggu keputusan pemerintah pusat,” tegas Syakur.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK) Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, Agus Satrio membenarkan hal itu.

Pencabutan subsidi kedelai tersebut diperkirakan bakal membuat para perajin Tempe tiarap. Pasalnya, akhir bulan lalu para perajin Tempe mengaku telah terdampak oleh krisis global karena kenaikan harga kedelai Amerika dari Rp 6200 menuju Rp 6500 – Rp 6600/kg. Kenaikan harga itu memaksa pengrajin memperkecil volume produksi.

“Harga kedelai Amerika naik, petani biasanya sudah paham dengan memperkecil volume produksi, namun trend kenaikan itu masih cukup normal,” kata kepada Malang Post beberapa waktu lalu.

Terpisah, Hartono 29 tahun, perajin Tempe asal Dusun Ketanen Kelurahan Penarukan Kecamatan Kepanjen mengatakan amat terbantu oleh subsidi kedelai dari pemerintah. Meski demikian kenaikan harga tersebut terlanjur memaksa para perajin memperkecil volume produksi. Biasanya, ukuran tiap kotak atau lajur tempe sekitar 15 cmx20 cm dengan ketebalan 5 cm. Biasanya saat harga naik, pengarjin memperkecil ukuran hingga 10 persen.(ary/eno)
(Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s