Sukses Adalah Hak Setiap Orang

imam-zuhdi-trikaryaSaya pasti sukses! Saya pasti bisa!, kalimat tersebut diteriakkan Direktur Utama PT Iin Era Sejahtera (IES) Imam Zuhdi dengan lantang, tanpa ragu sedikitpun. Semangatnya yang membara tertransformasi kepada ratusan calon TKI yang berdiri tegap di hadapannya. Mereka sejenak melupakan segala permasalahan yang membelit, dan merasa mampu menghadapi segala rintangan yang menghadang di depan mata, demi satu tujuan, mengubah nasib menjadi lebih baik.

“Kita harus terus mengucapkan kalimat positif, agar pikiran ikut positif, dan mempengaruhi tindakan selanjutnya. Otak bawah sadar kita akan merekam apapun yang kita ucapkan. Ketika kita mengatakan hal positif dan yakin akan mencapainya, otak bawah sadar akan mendukung,” kata pria yang belakangan sering menjadi motivator.

Karena itulah, ia mengajak semua calon TKI yang akan diberangkatkan IES untuk selalu berucap “kalimat sakti” Saya Pasti Sukses dan Saya Pasti Bisa, setiap hari sebelum tidur. “Agar mereka terbiasa dan terus termotivasi,” tambahnya.

Apa yang sudah dilakukan Imam dan IES memang berbeda, dan terlihat kurang lazim dengan image PJTKI selama ini. Apalagi, Imam sering menegaskan dirinya ingin para TKI itu bekerja di luar negeri selama tiga tahun saja, dan selanjutnya dapat mandiri di tanah air, berdikari, atau bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.

“Kebahagiaan terbesar adalah ketika kami melihat TKI pulang ke tanah air, tidak kembali lagi, karena sudah memiliki usaha di sini. Sebab sukses adalah hak setiap orang, termasuk TKI,” tegasnya.

Visi Imam tentang nasib dan masa depan TKI yang berhak untuk sukses sejalan dengan konsep Komisaris PT IES, Gunawan C, yang sengaja membangun mess TKI yang sehat. “Setiap gedung IES di Lawang memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang bagus. Ruangannya terbuka, sehingga membuat sosialisasi TKI berjalan dengan baik dan bagus untuk kesehatan serta psikis mereka. Coba lihat calon TKI kami, semuanya berwajah fresh, segar, tak ada yang pucat,” kata Gunawan sembari mengajak Malang Post berkeliling gedung yang dibangun di lahan seluas lebih dari satu hektare itu.

Setiap TKI di IES, juga memiliki loker sendiri yang didesain untuk tempat baju dan kosmetik mereka. Gunawan juga membangun musala yang luasnya hampir mendekati luas masjid. “Di sini kami juga memiliki ruang isolasi, untuk menampung calon TKI yang sakit supaya tidak menular ke mereka yang sehat,” tutur Gunawan.

“IES memang memperhatikan calon TKI dari semua aspek, kesehatan fisik dan psikis. Membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan, sekaligus menyiapkan mental mereka agar dapat menghadapi semua tantangan untuk sukses,” pungkas Imam yang juga murid dari Tung Desem Waringin itu.(dewi yuhana)
(Redaksi/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s