Warga Temas Tolak Tower

Ketua DPRD KOta Batu, Mashuri Abdul Rochim berdialog dengan warga RW.07 Kelurahan Temas yang resah dengan pendirian tower di daerahnya. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Ketua DPRD KOta Batu, Mashuri Abdul Rochim berdialog dengan warga RW.07 Kelurahan Temas yang resah dengan pendirian tower di daerahnya. (MUHAIMIN/MALANG POST)

Sebagian warga RT 01 RW 07 Kelurahan Temas Kota Batu resah dengan pembangunan tower milik salah satu operator seluler di wilayahnya. Warga melakukan protes dengan mengumpulkan tanda tangan sebagai bukti penolakan mereka terhadap pembangunan tower yang tingginya 42 meter.

Keresahan mereka mendapatkan perhatian dari DPRD Kota Batu. Kemarin, Ketua DPRD Kota Batu, Mashuri Abdul Rochim bersama Wakil Ketua, Punjul Santoso dan beberapa anggota dewan lainnya mengunjungi masyarakat yang resah terhadap pembangunan tower setinggi 42 meter. Anggota dewan mengadakan pertemuan dengan masyarakat di salah satu rumah warga yang dekat dengan berdirinya tower.

“Kami meminta agar warga dapat melakukan musyawarah untuk mufakat mencari solusi yang baik. Faktanya belum ada sosialisasi terhadap warga. Sosialisasi harus dilakukan kembali kepada masyarakat,” kata Mashuri Abdul Rochim saat berdialog dengan warga RW 07 kemarin.

Jika dalam musyawarah itu masyarakat menolak keberadaan tower, hasil musyawarah itu dapat disampaikan kepada kepala Satpol PP Kota Batu, Imam Suryono yang kemarin juga hadir dalam pertemuan itu. Agar diajukan surat pencabutan izin pendirian tower yang ada di Temas Besul.

Dari keterangan Kepala Satpol PP Kota Batu, Imam Suryono, izin HO sudah dikantongi pemilik tower. Izin itu dapat keluar setelah melengkapi semua berkas-berkas yang ada, termasuk tanda tangan dari warga dan pengurus RT, RW hingga kecamatan.

“Kalau semuanya sudah lengkap, kami tidak berhak untuk tidak mengeluarkan izinnya. Karena semuanya sudah lengkap termasuk persetujuan dari warga yang dibuktikan dengan tanda tangannya,” terang Imam.

Menurut Eko Prasetyo, perwakilan warga, diakuinya beberapa warga sekitar tower pernah dimintai persetujuan pembangunan tower dengan imbalan Rp 100 ribu dari pengurus RT dan RW. Dengan membubuhkan tanda tangan dan menyerahkan foto kopi KTP, warga mendapatkan uang Rp 100 ribu.

Hanya saja, permintaan persetujuan dilakukan tanpa sosialisasi. Akibatnya, banyak warga yang kebanyakan orang tua memberikan tanda tangan dengan iming-iming uang Rp 100 ribu, tanpa mengetahui tujuan pembangunan tower itu. Bahkan, diantara mereka ada yang menanyakan apa itu tower? Karena mereka tidak mengetahui tower yang akan dibangun di wilayahnya. Belakangan setelah mereka mengetahui bentuk tower, mereka menolaknya.

“Setelah tahu tower itu berbahaya, warga banyak yang menolak dan hendak mengembalikan uang Rp 100 ribu yang diterimanya. Mereka menerima uang karena tidak tahu, untuk apa dan dari mana,” ungkapnya.

Sesuai dengan saran pimpinan DPRD Kota Batu, warga akan melakukan musyawarah mufakat. Sebagian warga sudah menyatakan menolak pendirian tower itu. Setelah itu, warga akan segera mengajukan surat hasil musyawarah kepada Satpol PP dan anggota dewan.(aim/lim)(Muhaimin/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s