Drama Penghiungan Suara Pilgub: Tim Gegana Amankan Ruang Penghitungan

Bayang-bayang aksi protes ribuan massa dari kubu Khofifah-Mujiono (Kaji), direspon positif Polda Jatim. Tidak ingin keamanan Jatim chaos akibat hasil penghitungan suara secara manual oleh KPU Jatim, Polda Jatim mengerahkan pasukan intinya.

Mulai dari Tim Gegana, Sabhara bahkan Brigade Mobil (Brimob) pun dikerahkan untuk mengamankan Hotel Grand Mercure tempat berlangsungnya penghitungan suara. Dua unit mobil Gegana Polda Jatim juga disiagakan di halaman belakang Hotel Mercure.

Sedang dua unit water cannon masing-masing ditempatkan di sisi utara dan selatan Hotel Mercura. Sedang untuk menutup akses massa, baik yang dikerahkan kubu Karsa atau pun kubu Kaji, Polda Jatim memutuskan untuk menutup sementara dua jalur Raya Darmo. Mulai dari Pertigaan Dr. Soetomo hingga di kawasan Jl. Taman Bungkul.

Akibat penutupan ini, tak pelak arus lalin yang biasanya melintas Jl. Raya Darmo dalam kondisi normal selalu macet, menjadi beban arteri penunjangnya. Baik yang mengarah ke timur (dari Jl. Dr. Soetomo) atau pun yang mengarah ke barat (dari Jl. Begawan).

Sebetulnya, sejak pagi hari, massa kedua kubu sudah bersiap-siap untuk memblokir kawasan seputar Hotel Mercure Surabaya. Tetapi, rencana itu kalah cepat dibanding gerakan Polda Jatim dibantu Kodam Brawijaya. Sebelum memasuki Jl. Raya Darmo dari arah Selatan (depan Taman Bungkul), akses keburu ditutup petugas.

Dari kubu Kaji tampak para simpatisan PDI Perjuangan Jatim, yang sejak pukul 09.00 WIB, sudah memadati Jl. Raya Darmo. Dengan membawa atribut partainya serta pamflet mereka menuntut penghitungan suara manual KPU Jatim dibatalkan. Karena, mereka mencium penghitungan suara KPU Jatim adalah hasil rekayasa Imam Utomo, mantan gubernur Jatim.

Semula massa pendukung Kaji ini akan merengsek kearah utara (ke hotel Mercura), tetapi terhalang massa PKB Jatim, yang juga pendukung pasangan Karsa.

Tidak ada bentrok fisik antara kedua kubu, selain hanya aksi dorong yang kemudian meredah setelah pasukan Kodam dan Polda Jatim membubarkan mereka.

Tidak hanya diluar hotel, pengamanan berlapis pun dilakukan di dalam ball room Mercure Hotel. Untuk masuk ke ruang tempat penghitungan suara, sedikitnya dua barikade Polda Jatim harus dilewati. Tidak peduli undangan umum, wartawan pun harus lolos ‘seleksi’ di barikade ini.

Sedikitnya 100 anggota polisi bersenjata laras panjang lengkap ditempatkan melingkar di dalam arena rapat penghitungan. Sedang, di sisi lainnya, ditempatkan beberapa tim Gegana dan Brimob dengan senjata dan uniform lengkap. Suasana, dalam ruangan nyaris seperti akan terjadi perang saudara.

Sementara itu untuk menghindari terjadinya perang mulut atau adu fisik, tim kemenangan masing-masing kubu sengaja dipisah tempat duduknya. Tim Karsa menempati sisi kiri (timur) yang langsung dipimpin Achmad Rubai. Sedang, tim Kaji menempati sisi kanan (barat) yang dipimpin Muhammad Mirdasy.

Tetapi, mungkin karena sudah mengetahui bakal menang, meski Mirdasy sejak awal sudah berusaha memancing emosi tim Karsa, tetapi tidak ada satu pun yang bersuara. Semua tim Karsa memilih diam dan senyum-senyum melihat Mirdasy yang kira-kira melayangkan 26 kali protes. (has/avi)
(harry santoso/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s