Kabupaten Miliki Kompleks Pemakaman Mewah

Kekaguman luar biasa ditunjukkan Bupati Malang, Sujud Pribadi usai meresmikan Taman Makam Asri Abadi, di Desa Srigading-Sidodadi Lawang, Selasa (11/11) kemarin.

Kompleks pemakaman bergaya klasik-modern itu, menurut orang nomor satu di Kabupaten Malang itu, diharapkan tak hanya sekadar menjadi tempat pemakaman semata, tapi lebih jauh juga dikembangkan menjadi obyek pariwisata baru nantinya.

‘’Luar biasa. Tapi ke depan, kita berharap Taman Makam Asri Abadi ini juga mampu berfungsi sebagai ruang terbuka hijau akses pariwisata baru Kabupaten Malang. Termasuk juga mampu mendongkrak ekonomi warga di dua desa Srigading dan Sidodadi. Karena itu, perlu ada perlebaran akses jalan masuk dari Sumber Wuni ke areal ini,’’ ujar Sujud Pribadi, usai peresmian.

Pemakaman Tionghoa yang dilengkapi dengan gapura naga super klasik bernilai Rp 1,350 juta itu, memiliki luas area 50 hektar. Didukung delapan kelas areal pemakaman membujur dari dataran rendah hingga ke atas perbukitan Srigading.

Usai peresmian, Sujud yang didampingi Kapolwil Kombes Rusli Nasution, penguasaha Iwan Kurniawan, Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Eng An Kiong Sutjipto Tanoyo, dan Ketua Taman Makam Asri Abadi, Subandi berkesempatan menijau langsung areal makam menggunakan bus yayasan.
Usai peninjauan areal makam yang masih kosong itu, Bupati secara simbolis juga melakukan pengguntingan rangkaian bunga melati peresmian Kantor Taman Makam Asri Abadi di lokasi yang sama.

‘’Taman Makam Asri Abadi ini dibangun sejak tahun 2005, termasuk pembebasan tanah Petok D di dua Desa Srigading dan Sidodadi senilai Rp 11,7 miliar untuk luas 50 hektar. Ini baru pembangunan tahap pertama dan kedua, sebab masih ada lagi tahap ketiga untuk membangun Pagoda 9 tingkat di puncak bukit nantinya,’’ timpal Ketua Lapangan Taman Makam Asri Abadi, Hendra Dharmawan. Taman Makam Asri Abadi terdiri 11 kelas areal makam, A hingga K dengan harga kapling tanah malam termurah Rp 500 ribu per meter di bagian bawah bukit dan termahal mencapai Rp 1 Miliar di bagian tertinggi bukit.

Dikatakan juga, areal pemakaman yang digarap oleh arsitektur asal Semarang, Kwi Tong Hai itu, mampu menampung seribu lebih kapling makam dengan dukungan akses jalan paving senilai Rp 700 juta sepanjang 3 km dari bawah hingga areal makam di atas perbukitan itu.

‘’Juga tersedia enam tempat kremasi dan hall indoor dan outdoor lebar untuk pengunjung atau peziarah yang juga ingin istirahat dan menikmmati pemandangan indah di sini,’’ timpal Sutjipto Tanoyo soal pemakaman yang berjarak sekitar 7 km dari pinggir jalan raya Malang-Surabaya itu. (nov/avi)
(noval/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s