Insentif Cair, GTT Langsung Urunan

GTT/PTT saat mengambil insentif sebesar Rp 500 Ribu di pendopo Kantor Dinas Pendidikan di Kepanjen, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

GTT/PTT saat mengambil insentif sebesar Rp 500 Ribu di pendopo Kantor Dinas Pendidikan di Kepanjen, kemarin. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya 1508 GTT/PTT (Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap) Kabupaten Malang menerima insentif sebesar Rp 500 Ribu per orang kemarin. Insentif satu kali dalam setahun itu diserahkan secara tunai di pendopo Kantor Dinas Pendidikan Kepanjen. Usai dana segar, para GTT/PTT langsung urunan (patungan) hingga Rp 50 Ribu untuk ongkos perwakilan mereka mengadu ke Jakarta.

Koordinator GTT/PTT Malang Selatan Abdul Rokhim (39 tahun) mengatakan, meski insentif cair namun pihaknya tetap minta kejelasan status menuju Pegawai Negeri. Untuk itulah, para GTT/PTT langsung patungan setelah insentif mereka cair.

Dana patungan itu sebagai ongkos perwakilan GTT/PTT yang berangkat ke Jakarta menemui Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

“Patungan seiklhasnya mas, hasilnya cukup lumayan, dari para GTT terkumpul Rp 2.675.000 sedangkan dari para PTT terkumpul lebih dari Rp 3 Juta,” ujar Rokhim kepada Malang Post.

Menurut Rokhim patungan itu merupakan kesepakatan seluruh GTT/PTT untuk memperingan beban perwakilan mereka yang memperjuangkan nasib ke Jakarta. Hal senada diungkapkan salah satu PTT dari SMAN I Gondanglegi Iswanto (42 tahun) kepada Malang Post.

“Kami tetap memperjuangkan status, saya sudah 21 tahun menjadi GTT/PTT, kita dukung rekan yang berangkat ke Jakarta,” tegasnya di Kantor Diknas Kepanjen.

Sementara itu, Nursiati (45 tahun) PTT asal SMAN Gondanglegi mengaku cukup senang dengan pencairan insentif. Wanita paruh baya itu mengaku dana segar tersebut bakal digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun yang paling utama akan dipakai untuk membayar biaya sekolah anaknya.

“Yang kita harapkan tetap status mas, kesejahteraan,” akunya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwandi menyatakan insentif diberikan kepada 1508 GTT/PTT. Bagi yang belum sempat mengambil Dinas siap melayani hari ini. Suwandi membenarkan adanya patungan dari GTT/PTT, menurutnya hal itu diluar kebijakan Dinas.

“Perwakilan GTT/PTT yang ke Jakarta dalam kapasitas mendampingi Dinas dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kalau soal dana akan kami pikirkan dulu,” kata Suwandi per telepon.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s