Matos Jadi Ajang Pamer Senjata

Jika anda masuk Malang Town Square (Matos) mulai kemarin, anda tak ubahnya seperti masuk dalam arena pertempuran. Betapa tidak, di pusat perbelanjaan tersebut, bertaburan alat-alat perang milik TNI dan Polri.

Bukan hanya sekadar senjata, tapi juga amunisi, kendaraan perang, ataupun jenis persenjataan berat lainnya, dipajang. Bahkan panitia sengaja membuat jaring-jaring dan mengihiasi stand pamerannya dengan berbagai daun-daunan, yang diibaratkan sebagai upaya mengelabuhi musuh saat situasi perang.

Ratusan jenis amunisi, dari kaliber 5.6-7.6 mm, granat, TNT, bom, meriam, bisa dilihat, dipegang bahkan dibuat ajang foto. Belum lagi dengan pajangan senjata itu tertata sangat indah.

Senjata-senjata tersebut mulai dari jenis revolver standart Polri, FN standart TNI, hingga senjata jenis serbu model SS 1-V, ataupun senapan runduk dan senapan mesin model SM-SPR kaliber 7.62. Sedangkan untuk kendaraan perang, pengunjung bisa menikmatinya dari berbagai foto, atau bentuk miniaturnya.

Tak heran jika decak kagum, sering muncul dari pengunjung. Bagaimana tidak, peralatan yang biasanya hanya bisa dilihat di televisi, atau jarak jauh, kemarin bisa dilihat dengan jarak dekat.

‘’Granat dan seluruh amunisi ini sengaja tidak dipamerkan dengan media terbuka, karena sangat membahayakan. Karena seluruhnya asli, bukan mainan,’’ ungkap Hari Wahono, dari PT Pindad kemarin.

Bukan itu saja, petugas penjaga stan juga sekaligus menjadi ‘guru’ bagi pengunjung. Petugas dari dari Batalyon Kavaleri, Beji-Pasuruan, begitu jelas saat memaparkan tank jenis scorpion milik TNI AD. Tank tersebut memiliki daya ledak hingga radius 500 meter, dengan sasaran efektif hingga 10 km, beramunisikan Cannon. Selain itu, kendaraan buatan Inggris yang didatangkan sejak tahun 1995 itu tidak hanya bisa digunakan di jalan datar, tapi di areal pegunungan ataupun di laut. ‘’Ini yang tercanggih milik kami. Saat ini di batalyon kami memiliki 42 unit,’’ terang Serda Andi.

Sementara di stand TNI AU, lebih banyak memamerkan foto Dirgantara, plus mesin pesawat, yaitu engine turbo zet, dan engine turbo proveler. ‘’Sebetulnya untuk mesin itu ada tiga jenis, satunya adalah engine turbo fan,’’ kata Mayor Andikan.

Selain itu yang menarik adalah stand di POM AU. Di stand tersebut terjejer peralatan tidak biasa digunakan manusia. Mulai dari rantai panjang lima meter, sansak, baju tebal berbahan kulit, alat pemukul dan masih banyak lagi. Serda Haidir Noor mengatakan jika semua peralatan itu digunakan untuk anjing pemburu, milik POM AU. ‘’Anjing-anjing ini kami miliki sebagai penjaga untuk mengamankan aset-aset negara. Dan kami sendiri untuk bisa melatih anjing-anjing ini sebagai anjing yang kita inginkan harus lebih dulu sekolah,’’ kata Haidir menjelaskan.

Di stand milik Polri, juga tidak kalah menarik. Selain foto, berbagai peralatan milik Polri juga diperlihatkan. Mulai dari lampu senter, metal detector, hingga mobil dan dan alat transportasi lainnya.

Paling menarik perhatian adalah pameran foto dr Azahari, yang tewas mengenaskan di tempat persembunyiannya di Jalan Flamboyan A-1, November 2004 lalu. ‘’Oh ternyata ini fotonya dr Azahari, waktu digerebek Densus 88 itu,’’ kata salah satu pengunjung.

Hari pertama pembukaan pameran kemarin, banyak dihadiri siswa sekolah. Seperti SD Anak saleh, SD Santo Yusuf, dan SD Percobaan, sedangkan untuk tingkat SMA adalah SMAN 7 Malang.

‘’Kami berharap apa yang kami suguhkan ini bisa memberikan manfaat yang luas kepada seluruh masyarakat. Kami berharap dengan pergantian paradigma TNI-Polri ini, bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat,’’ kata Kasubag Samapta Kompol Sukartono. (ira/avi) (ira ravika/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s