Pusdiklat Suzuki UM Ditunggu Industri

Suasana wisuda Pendidikan singkat D1 yang ditawarkan Pusat Diklat Suzuki Universitas Negeri Malang di Aula Utama UM kemarin (Lailatul Rosida/Malang Post)

Suasana wisuda Pendidikan singkat D1 yang ditawarkan Pusat Diklat Suzuki Universitas Negeri Malang di Aula Utama UM kemarin (Lailatul Rosida/Malang Post)

Pendidikan singkat satu tahun (D1) yang ditawarkan Pusat Diklat (Pusdiklat) Suzuki Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu model pendidikan yang cukup prospektif. Betapa tidak, tenaga teknisi otomotif yang dicetak selalu ditunggu oleh industri. Apalagi khusus Pusdiklat ini, ada 187 bengkel resmi Suzuki yang sudah siap menampungnya.

“Karena itu, mahasiswa yang masuk ke Pusdiklat ini pada awal masuk sudah kami ikat dengan pernyataan bahwa bersedia ditempatkan di bengkel resmi Suzuki manapun setelah menamatkan studinya,” kata Group Leader Training Centre Suzuki Mobil Jakarta, Djoko Warsito kepada Malang Post, seusai gelaran wisuda kemarin.

Diungkapkan, pembukaan Pusdiklat yang kini sudah memasuki angkatan kedua ini diperuntukkan bagi pemenuhan tenaga teknisi standar Suzuki. Sebab sebelumnya, pihaknya cukup kesulitan untuk mencari tenaga yang standar. Karena itu, dibuka D1 Pusdiklat yang di Indonesia hanya ada di dua PTN, yaitu UM dan UNS Solo.

Sementara pendidikan D3-nya ada di UGM Yogya, dan ISTN Jakarta. Model pendidikan yang diberikan untuk program D1 adalah sembilan bulan di kampus, tiga minggu remidi Hi Tech di Jakarta, dan dua bulan on the job training (OJT) di bengkel resmi Suzuki.

“Tidak jarang siswa yang training langsung direkrut, karena industri sudah mengetahui skill nya,” ungkapnya.

Hal ini dikarenakan, kurikulum yang dipakai adalah kurikulum yang sudah mengadopsi pada kebutuhan Suzuki. Misalnya teknologi baru Suzuki dengan kehadiran beberapa R4 nya yang cukup favorit, seperti X4, Grand Vitara, Swift dan Karimun. Calon teknisi ini pada tahapan tertentu akan mulai diarahkan untuk memahami teknologi yang dipakai pada kendaraan jenis baru itu. Sehingga saat lulus, kompetensi yang diinginkan sudah mereka kuasai. Untuk menunjang pembelajarannya, juga didirikan bengkel Suzuki di area kampus lengkap dengan peralatannya.

Soal prospek ke depannya, kata Djoko, tenaga teknisi ini masih akan terus dibutuhkan. Sebab, ditengah krisis layanan after sales seperti pada bengkel-bengkel akan terus dibutuhkan. Bahkan, Suzuki menargetkan pertumbuhan penjualan after sales ini mencapai 18 persen hingga 2009 mendatang. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s