Bakal Jadi Pemakaman Tionghoa Termodern

Untuk pertama kalinya, Kelenteng Eng An Kiong Malang membangun pemakaman Tionghoa termodern di Jawa Timur. Kelenteng yang telah berdiri selama 180 tahun itu, selalu mengikuti perkembangan jaman. Soal pembangunan pemakaman modern, hal itu merupakan komitmen Kelenteng terkait pelayanan kepada masyarakat umum.

Pembangunan Taman Makam Asri Abadi (TMAA) dilakukan karena lahan pemakamanTionghoa di wilayah Malang Raya semakin sempit. Dari pemikiran itu, selama lima tahun terhitung sejak tahun 2003, pengurus Kelenteng berjuang mati-matian menyediakan lahan untuk TMAA. Perjuangan terwujud, dengan bebasnya 50 hektar lahan di lokasi yang amat menarik.

Seperti ditulis sebelumnya, TMAA bersandar di pegunungan Malang Utara, tepatnya di tapal batas Desa Sidodadi dan Srigading Kecamatan Lawang.

Lokasi tersebut cukup jauh dari keramaian sehingga diharapkan menimbulkan kedamaian bagi yang bersemayam dan keluarga duka yang berkunjung. Tak hanya itu, konsep awal TMAA seperti San Diego Hills di Kerawang, tumbuh jadi wahana wisata dan pemakamanTionghoa termodern.

‘’Krematorium kita didesain kontemporer, dengan peralatan kremasi mutakhir, proses dijamin lebih sempurna,’’ ujar Anton Triono (67 tahun) Ketua Bidang Agama Kelenteng Eng An Kiong Malang.
Disamping itu, pihak pengelola bakal menyulap lahan TMAA sebagai ruang hijau yang baru di Malang raya. Konsep penghijauan itu amat didukung oleh lokasi TMAA yang dikeliling pegunungan dan persawahan serta gemericik aliran sungai. Pepohonan bakal ditumbuhkan untuk melindungi bong-bong Makam yang ditempatkan dalam desain artistik.

‘’Kita siapkan ahli fengsui, berbagai bentuk macam bong yang diinginkan konsumen, lengkap dengan ahli ukir dan tukang batu yang berpengalaman,’’ imbuh Anton.

Anton masih ingat benar, petak tanah yang pertama kali dibeli tahun 2003 lalu kini telah berdiri gerbang raksasa senilai milyaran rupiah. Petak tersebut waktu itu dibeli dengan harga Rp 20 ribu per meter, lantas berkembang dengan pembelian petak tanah ke arah pegunungan. Tanah itu diperoleh berkat pendekatan dan interaksi positif kepada masyarakat setempat.

‘’TMAA nanti juga bakal dilengkapi dengan rumah abu, sebuah pagoda raksasa di puncak gunung paling tinggi di lokasi itu. Rumah abu itu sebagai persemayaman sisa abu jenasah yang telah dilarung ke Pasir Putih di Situbondo,’’ tuturnya.

Yang paling utama, akses jalan menuju TMAA sangat mudah terjangkau, sekitar 1 jam dari Kota Malang. TMAA yang bersandar di pegunungan mengandung makna bahwa makam yang tertata secara gradual ke atas gunung semakin dekat dengan Nirwana. Dalam konsep agama manapun, Tuhan Yang Maha Esa selalu berada di tempat tertinggi. (bagus ary wicaksono) (bagus ary/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s