Jangan Tergiur Bunga Tinggi

Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini memang berbeda dengan krisis 1998 lalu. Dibandingkan saat itu, beberapa fondasi perekomian di Indonesia sudah menguat dan akar permasalahan tak semuanya bermula dari tanah air. Namun tetap saja, imbasnya terasa di semua sektor, termasuk perbankan.

Anda tentu masih ingat lonjakan bunga simpanan saat itu, ada bank yang bahkan menawarkan bunga di atas 60 persen untuk menahan agar nasabah tidak mengambil dana secara besar-besaran. Tanpa perlu bekerja keras, Anda bisa memperoleh keuntungan berlipat dalam waktu singkat. Sangat menguntungkan bagi pemilik modal besar. Sekarang, meski patokan bunga deposito tak setinggi saat itu, banyak bank yang mematok bunga tinggi untuk menarik dan ‘merayu’ nasabah agar tetap menyimpan dana mereka di bank.

Rayuan ini masih ditambah dengan iming-iming naiknya dana yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dari Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar per nasabah per bank. Seorang rekan yang pernah merasakan nikmatnya bunga deposito saat krismon 1998 sembari bercanda sempat berharap bunga bank bisa melonjak tinggi lagi. “Dulu saya sampai menyempatkan diri untuk menelpon istri agar mengalihkan dana ke deposito dan memperpanjang masa deposito yang sudah jatuh tempo di sela-sela ibadah umroh. Sekarang, lumayan lah nominal penjaminan ditambah, jadi kita tidak was-was dengan uang di bank,” ucapnya beberapa waktu lalu, sesaat setelah LPS mengumumkan kenaikan dana yang dijamin.

Jika Anda seperti rekan saya, mengira bahwa Rp 2 miliar uang Anda di bank dengan logo dan stiker “Bank anggota LPS” di pintu masuk sudah menjadi jaminan keamanan, maka Anda harus berpikir ulang. LPS memang menjamin dana nasabah maksimal Rp 2 miliar, namun masih ada “syarat dan ketentuan berlaku” di belakang kebijakan tersebut. Salah satunya, bank bersangkutan tidak mematok bunga di atas yang sudah ditentukan LPS.

Saat ini suku bunga penjaminan untuk simpanan di bank umum dalam rupiah “hanya” 10 persen, dan 3,5 persen dalam dolar, sedangkan untuk simpanan di BPR sebesar 13 persen. Nah, coba lihat kembali tawaran bunga di bank tempat Anda menyimpan dana, apakah 10 persen, atau di atas itu. Saya cukup yakin, bunga yang Anda peroleh pasti di atas 10 persen, sebab saat ini bunga deposito satu bulan hingga 24 bulan berkisar antara 13 persen hingga 14 persen.

Keputusan terakhir tentu tetap berada di tangan Anda, memilih bunga tinggi atau keamanan dalam menyimpan dana. Toh, dana tersebut milik Anda pribadi.(*)
(Dewi Yuhana/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s